• 18 July 2024

Ekspor Holtikultura Pacu Pertanian Indonesia

uploads/news/2020/09/ekspor-holtikultura-pacu-pertanian-70234032b2cc936.jpg

Untuk Singapura, dan Malaysia sekitar dua kontainer tiap pekan. Untuk Taiwan cukup banyak, per minggu 25 kontainer, nilainya hampir Rp3 miliar.”

JAKARTA  - Sektor pertanian Indonesia kembali diminati pasar internasional.

Hal itu terbukti saat Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor komoditas hortikultura ke pasar Taiwan pada awal September ini.

Adapun jenis  sayuran yang diekspor yaitu, kubis yang diproduksi oleh petani asal Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Terbang Tinggi Si Salak Pondoh

Syahrul mengatakan, ekspor komoditas hortikultura dari Kabupaten Malang tersebut merupakan salah satu bukti, sektor pertanian mampu diakselerasi dan produk-produknya diminati oleh pangsa pasar internasional.

"Ekspor ini bukti akselerasi pertanian, khususnya untuk sayuran. Tidak hanya dikonsumsi nasional untuk ketahanan pangan, tapi juga memiliki nilai ekspor," kata Syahrul, di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, belum lama ini seperti melansir ANTARA belum lama ini.

Dengan permintaan komoditas kubis yang mencapai 230 kontainer, Syahrul berharap, ke depannya ekspor tersebut dapat berkembang lebih baik.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini mengatakan, Indonesia memiliki potensi berupa buah-buahan dan sayuran tropis, yang sesungguhnya diminati oleh pasar internasional.

Dengan demikian, dirinya mendorong para pelaku usaha untuk bisa melirik pasar internasional yang memiliki potensi besar.

"Hampir semua negara membutuhkan, kita punya buah dan sayuran tropis. Untuk kali ini, ekspor ke wilayah Asia," ujarnya.

Tak sampai di situ, berdasarkan petunjuk dari Presiden Joko Widodo, Syahrul mengungkap Kementan terus berusaha menggenjot sektor-sektor yang berkaitan.

Dengan demikian, dampak lain yang dirasakan yaitu dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Petunjuk Presiden, untuk selalu mau melihat, agar bisa mengakselerasi ekonomi yang riil, yang langsung memberikan efek pendapatan kepada rakyat. Itu harus didorong," ungkap Syahrul.

Andre Subkhan, petani sekaligus pengusaha asal kabupaten Malang yang berhasil mengekspor kubis manis mengatakan, tak hanya Taiwan, dirinya juga berhasil mengekspor hortikultura ke Singapura dan Malaysia.

Andre menambahkan, permintaan komoditas hortikultura ke negara-negara tersebut dapat mencapai 29 kontainer atau kurang lebih mencapai 725 ton setiap minggunya.

Baca juga: Sulawesi Tengah Kembali Mengekspor Jagung

"Untuk Singapura, dan Malaysia sekitar dua kontainer tiap pekan. Untuk Taiwan cukup banyak, per minggu 25 kontainer, nilainya hampir Rp3 miliar," kata Andre.

Ia juga mengatakan, produk-produk yang diekspor murni berasal dari para petani di wilayah malang.

Tak hanya kubis manis, produk hortikultura lain yang ia ekspor antara lain, sawi putih, selada romain, selada lettuce, yang seringkali dijadikan bahan baku salad. 

Related News