• 7 July 2022

Sumsel akan Bangun Bank Gabah

uploads/news/2020/10/sumsel-akan-bangun-bank-15340c53cc8080b.jpg

Pemprov menilai ini sangat menjanjikan, karena sektor pertanian saat ini menjadi sebagian besar profesi warga Sumsel.”

JAKARTA - Demi meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan kesejahteraan petani, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) ingin mengoperasikan bank gabah.

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, pemprov telah berkoordinasi dengan PT Medco Agro Group untuk mendirikan bank gabah di sejumlah daerah sentra produksi beras di Bumi Sriwijaya.

Baca juga: Dampak Pertanian dari Omnibus Law

PT. Medco Agro Group yang memberikan penawaran ke pemprov mengenai bank gabah ini. Pemprov menilai ini sangat menjanjikan, karena sektor pertanian saat ini menjadi sebagian besar profesi warga Sumsel,” ujarnya seperti melansir ANTARA, Kamis (8/10).

Sementara itu, perwakilan Medco Agro Group, Yana Panigoro mengatakan, penawaran kerja sama tersebut dilatarbelakangi karena Sumsel merupakan daerah surplus beras.

Selain itu, lanjutnya, saat ini nilai tambah dari hasil industri gabah atau beras di Sumsel kurang dinikmati petani.

Menurutnya, sebagian besar hasil gabah basah produksi petani Sumsel di suplai ke luar daerah.

Akibatnya, pabrik penggilingan padi kecil menjadi kalah saing.

Sehingga banyak pabrik giling padi yang mati suri,” sebutnya.

Ketua Umum Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi), Soetarto Alimoeso menambahkan, Sumsel perlu membangun bank gabah yang berfungsi sebagai penyangga atau penyedia gabah bagi penggilingan padi kecil.

Bank gabah ini, menurutnya, dapat disinergikan dengan Bank Umum Milik Daerah (BUMD) Agribisnis.

Sejauh ini Sumsel merupakan provinsi kelima sebagai beras tertinggi pada 2019 setelah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

Baca juga: Lampung Berdayakan Petani lewat KPB

Tahun ini, Sumsel menargetkan produksi padi sebesar 4.925.191 ton gabah kering giling (GKG).

Sedangkan per 17 Agustus 2020 mencapai 2.899.041 ton GKG dengan luas tanam 840.663 hektare.

Sumsel memerlukan tambahan luas tanam sebesar 128.719 hektare, agar target capaian produksi tersebut bisa dipenuhi.

Related News