• 2 March 2024

Jurus Mentan Bantu Petani Sukabumi

uploads/news/2020/10/jurus-mentan-bantu-petani-486127584122a99.jpeg

Dalam jangka panjang kita dorong korporasi petani, semoga perbaikan-perbaikan ini dapat memberi dampak lebih bagi petani.

JAKARTA - Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, pada akhir November lalu.

Banjir yang diakibatkan meluapnya aliran sungai di Kaki Gunung Salak tersebut, bukan hanya merusak ratusan rumah warga, tetapi juga ikut merendam ratusan hektar lahan pertanian.

Akibatnya, aktivitas petani pun menjadi lumpuh, seperti yang dialami petani di Kecamatan Cicurug.

Baca juga: Antisipasi Krisis dengan Lumbung Pangan

Melihat hal tersebut, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pun menjanjikan tiga agenda konkret yang akan dilakukan pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Tiga agenda tersebut dilakukan untuk mengatasi lahan pertanian terdampak banjir, yang mengakibatkan puso di lebih dari 100 hektare lahan pertanian di Kecamatan Cicurug.

Agenda yang darurat, kita harus segera bersihkan lahan pertanian yang terdampak, kita perbaiki pematangnya. Agenda kedua, kita dorong agar petani dapat segera tanam, kita dukung dengan sarana produksi yang memadai, benih, pupuk dan alsintan” ucap Syahrul saat berbincang degan petani korban banjir di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Senin (12/10) kemarin.

Agenda konkrit berikutnya, lanjutnya, yaitu memperbaiki irigasi yang rusak.

Bahkan dalam jangka panjang, ia berharap para petani di wilayah tersebut dapat segera bangkit dan membentuk korporasi pertani, agar usaha tani dapat berjalan maksimal dan kesejahteraan petani meningkat.

Baru nanti agenda menengahnya kita perbaiki dulu irigasi-irigasi, kita sikapi ini sampai dengan tiga bulan ke depan. Dalam jangka panjang kita dorong korporasi petani, semoga perbaikan-perbaikan ini dapat memberi dampak lebih bagi petani,” terang Syahrul.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, di Kecamatan Cicurug, setidaknya terdapat 109 hektare lahan sawah yang perlu untuk direvitalisasi, dengan 104 hektare lahan diantaranya terdampak puso.

Dari hasil rekapitulasi dinas setempat, dibutuhkan bantuan pasca banjir berupa rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pipanisasi, pompanisasi dan dam parit.

Sementara itu, salah satu petani di Kecamatan Cicurug, Asep Asyaro, yang juga Ketua Kelompok Tani Harapan Maju, menyambut baik kehadiran dan bantuan yang diberikan Menteri Syahrul.

Baca juga: Menanti Kalteng menjadi Lumbung Pangan

Ia mengatakan, banyak areal sawah di wilayahnya yang tertutup bongkahan batu dan pasir yang terbawa akibat banjir bandang yang cukup besar.

Kami sangat berterimakasih atas bantuan dan kehadiran Pak Menteri. Semoga kami bisa segera melakukan aktivitas bertani kembali, karena pasca banjir ini, areal sawah kami tidak hanya dipenuhi pasir, tapi bebatuan. Di kesempatan ini, kami juga mohon agar bisa dibantu pupuk pak,” ungkap Asep.

Related News