• 2 March 2024

Mencegah Abrasi dengan Akar Wangi

uploads/news/2021/01/mencegah-abrasi-dengan-akar-19128a776d82634.jpg

Belum lama ini, kejadian tanggul jebol menyebabkan banjir merendam perkampungan dan persawahan.”

KLATEN - Vetiver atau akrab disebut akar wangi, merupakan tanaman jenis rumput-rumputan yang kaya manfaat.

Tumbuhan ini banyak ditemukan di kebun-kebun dan bantaran sungai.

Akar wangi banyak dicari karena memiliki banyak manfaat, terutama akarnya.

Tak hanya sebagai bahan dasar wangi-wangian saja, namun akarnya yang serabut juga mampu mengikat struktur tanah, sehingga tahan terhadap aliran air deras.

Baca juga: Peluang Besar Menanam Vetiver

Di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, tanaman akar wangi dikembangbiakkan untuk ditanam di sejumlah titik bantaran sungai, utamanya di tanggul-tanggul kritis untuk mencegah terjadinya abrasi saat musim hujan.

Daya cengkram akar ini, mampu membantu memperkokoh tanggul sungai.

Seperti yang dilakukan di Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten.

Sebanyak 3.000 tanaman akar wangi ditanam di sepanjang tanggul sungai desa setempat. 

Penanaman tersebut melibatkan perangkat kecamatan, desa, relawan, dengan dibantu TNI dan Polri.

Kegiatan penanaman sendiri menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Desa Kragilan, Suraji Martanu mengatakan, di sebagian wilayah Desa Kragilan kerap menjadi langganan banjir ketika musim hujan tiba, apalagi di wilayah yang berdekatan dengan sungai.

Ia pun berharap, dengan penanaman akar wangi bisa membantu memperkuat tanggul sungai, sehingga tidak mudah jebol ketika aliran sungai deras.

Baca juga: Ketika Jokowi Terkesima dengan Vertiver

"Belum lama ini, kejadian tanggul jebol menyebabkan banjir merendam perkampungan dan persawahan," ujar Suraji belum lama ini.

Sementara itu, saat berkunjung di Klaten, Deputi Bidang Pencegahan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan mengatakan, Kabupaten Klaten memiliki ancaman potensi bencana yang tinggi, yakni, erupsi Gunung Merapi, banjir, dan tanah longsor.

Untuk itu, lanjut Lilik, pencegahan harus sedini mungkin dilakukan, salah satunya dengan menanam akar wangi di tanggul sungai sebagai antisipasi longsor.

"Mari bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Jangan membuang sampah ke sungai guna mencegah terjadinya banjir," imbuhnya.

Related News