• 20 July 2024

Potensi Luar Biasa Sorgum

uploads/news/2021/03/potensi-luar-biasa-dari-18188cfac2b5b7e.jpg

Bagi mereka yang mau diet, makan sorgum ini bisa luar biasa karena rendah gula dan baik untuk pencernaan. Komposisi nutrisinya sangat baik.”

JAKARTA - Sahabat Tani ada yang pernah memakan olahan dari sorgum?

Jika belum, cobalah karena sorgum memiliki manfaat luar biasa bagi tubuh.

Sorgum sendiri merupakan tanaman serealia potensial karena semua bagian tanaman memiliki nilai ekonomi.

Potensi sorgum di Indonesia sangat besar untuk mensubstitusi terigu dan mendukung program diversifikasi pangan nasional berbasis bahan pangan lokal.

Baca juga: Sorgum, Tanaman Sejuta Manfaat

Pengembangan pangan lokal bisa menggerakkan sumber daya domestik, menyerap tenaga kerja, dan memberikan nilai tambah.

Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian (Kementan), Prima Luna mengatakan, potensi sorgum di Indonesia sangat besar karena dapat tumbuh dengan baik di lahan yang marginal.

Menurut Luna, produktivitas sorgum di Indonesia sekitar 4-6 ton per hektar, namun ada varietas yang produktivitasnya hingga 10 ton per hektar.

Saat ini, perkembangan varietas sorgum sangat masif karena umur sorgum yang genjah dan bisa panen di umur 80-110 hari.

Ini potensi ketika kita ingin mengaungkan tepung lokal untuk substitusi terigu, sorgum menjadi salah satu komoditas yang bisa menggantikan atau substitusi terigu selain ubi kayu,” kata Luna dalam keterangannya belum lama ini.

Semua bagian tanaman sorgum, lanjutnya, mulai dari daun, tangkai, biji, batang dan akar bisa diolah untuk mendapatkan nilai tambah.

Kandungan fungsional dari sorgum antara lain zat besi, vitamin B1, vitamin B3, kalsium, dan lain-lain.

Bagi mereka yang mau diet, makan sorgum ini bisa luar biasa karena rendah gula dan baik untuk pencernaan. Komposisi nutrisinya sangat baik,” tutur Luna.

Luna juga menjelaskan, tepung sorgum tidak kalah dengan tepung lokal lainnya.

Sorgum memiliki kandungan karbohidrat dan protein tinggi.

Namun, yang masih menjadi perhatian saat ini yaitu kadar tanin yang ada pada sorgum.

Kadar tanin bisa sedikit bermasalah terutama pada pencernaan karena membekukan protein di mukosa lambung kita. Walaupun sebenarnya tanin di tanaman tersebut untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit,” terangnya.

Untuk itu, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen), Balitbangtan, berhasil mengembangkan teknologi untuk menghasilkan tepung sorgum yang rendah tanin.

Beberapa olahan yang sudah diintroduksi antara lain beras sorgum, bubur sorgum instan, nasi goreng sorgum, gula cair sorgum, dan produk olahan lainnya.

Bubur sorgum instan misalnya bisa dikonsumsi sebagai sereal untuk pengganti menu sarapan di pagi hari,” terangnya.

BB Pascapanen juga telah mengolah limbah sorgum yaitu batang yang sudah di-press dan diambil gulanya menjadi bioplastik dan biofoam.

Namun salah satu tantangan pengembangan pascapanen sorgum, menurut Luna, yaitu ketersediaan mesin penyosoh.

Menurut Luna, kemitraan sangat penting untuk pengembangan agroindustri sorgum.

Dalam konteks pemanfaatan sorgum sebagai bahan pangan, ada beberapa peluang kemitraan yang dapat dijalankan ke depan.

Peluang tersebut antara lain, pemasaran ke pabrik tepung besar dan kerjasama dengan para Usaha Kecil Menengah (UKM) pengolah makanan.

Baca juga: Hand Sanitizer dari Sorgum Manis

Beberapa pengolah bahan makanan yang menggunakan bahan tepung berpotensi menjadi mitra ke depan.

Di Kabupaten Lamongan, misalnya, pengusaha toko roti, ibu-ibu rumah tangga pengolahan makanan tradisional yang sudah berjalan, yaitu pembuatan peyek, kripik, pangsit, brondong, dan lain-lain.

Pembentukan agroindustri di sentra sorgum akan berjalan dengan menerapkan teknologi yang efisien dan didukung dengan kelembagaan pelaksana yang partisipatif.

Kelembagaan sangat penting sekali, bagaimana pemerintah pusat dan daerah bisa bersinergi untuk pengembangan sorgum secara konsisten dan kontinyu,” pungkasnya.

Related News