• 1 March 2024

5 Bunga yang Bisa Dimakan

uploads/news/2021/03/5-bunga-yang-bisa-922569385fc3567.jpg

Edible flower merupakan bunga yang aman dimakan dan bisa ditoleransi oleh lidah.

JAKARTA - Sahabat Tani ada yang pernah memakan bunga?

Jika belum, mungkin kalian harus mencoba edible flower atau bunga yang aman dimakan, namun bukan makanan utama.

Melansir Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta, tampilan edible flower bisa dibilang memikat mata.

Selain itu, rasanya juga bisa ditoleransi oleh lidah.

Baca juga: Khasiat dari Harumnya Air Mawar

Disamping itu, bunga ini juga bisa dijadikan sebagai garnish yang cantik lho.

Lalu bunga apa saja itu? Berikut penjelasannya:

Bunga telang

Bunga telang

Bunga yang memiliki nama latin Clitoria ternatea ini memiliki beberapa senyawa kimia seperti, fenol, delphinidin, triglucoside, alkaloid, flavonoid, saponin, sulfur, dan ca-oksalat.

Salah satu manfaat dari bunga telang yaitu untuk menghilangkan racun-racun yang terdapat dalam sistem pencernaan.

Untuk mengkonsumsinya cukup mudah yaitu dengan menyeduh bunga telang sebanyak 2-3 kuntum dengan air panas, lalu biarkan kurang lebih 10 menit.

Seduhan air bunga ini dapat digunakan sebagai pewarna alami untuk minuman.

Bunga zinnia

Bunga yang juga dikenal sebagai bunga kertas ini memiliki nama latin Zinnia elegans.

Tanaman ini dapat menarik predator hama untuk bernaung, sehingga cocok dijadikan tanaman pengendali hama (refugia) yang ditanam di sekitar tanaman utama.

Selain itu, bunga ini bisa digunakan juga sebagai garnish untuk mempercantik pada hidangan makanan dan dapat dimakan juga.

Bunga mawar

Bunga mawar

Mawar sangat cocok jika ditambahkan pada semua jenis masakan seperti sup, salad, selai, hingga seduhan dalam teh.

Semua jenis mawar bisa dimakan, semakin berwarna gelap, maka rasanya juga lebih terasa.

Kelopaknya yang kecil bisa dijadikan penghias es krim, sedangkan yang berukuran besar bisa ditaburkan pada salad dan makanan penutup.

Namun, pastikan untuk tidak menyertakan bagian putih pucat dari kelopak bunganya.

Selain itu, bunga mawar juga memiliki berbagai manfaat.

Kandungan fenolat dalam bunga mawar berfungsi sebagai anti inflamasi, kaya vitamin, dan mampu mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Bunga matahari

Bunga matahari

Bunga bernama latin Helianthus annuus ini termasuk jenis bunga yang bisa dikonsumsi ketika mencapai tahap tunas.

Rasanya sendiri mirip dengan artichoke atau sayuran hijau yang mirip kuncup bunga berukuran besar.

Begitu bunga terbuka, kelopak bunga bisa dimakan layaknya bunga krisan.

Kuncup bunga yang belum dibuka, juga bisa dikukus seperti artichoke.

Bahkan, kecambah muda dari bunga matahari atau dikenal dengan istilah microgreens, kini semakin populer dijadikan sebagai makanan gurih nan lezat.

Kandungan zat pada bunga matahari juga beragam dan terdiri dari quercimeritrin, helianthoside (A, B, C), oleanolic acid, dan echinocystic acid.

Manfaatnya juga beragam bagi kesehatan tubuh, seperti mengatasi sakit kepala, sakit gigi, nyeri akibat menstruasi, nyeri lambung, radang payudara (mastitis), rematik, hingga sulit melahirkan.

Bunga marigold

Bunga marigold

Bunga yang terkenal dengan sebutan kenikir ini merupakan salah satu jenis bunga yang banyak digunakna dalam campuran salad.

Tanaman yang memiliki nama latin Calendula officinalis ini memiliki rasa yang sedikit pedas, tajam, dan juga agak pahit.

Tepal bunganya yang berwarna kuning hingga oranye keemasan mampu menambah kesan segar pada hidangan.

Marigold biasanya ditaburkan pada sup, pasta, salad, bahkan nasi.

Baca juga: Mengenal Mistisnya Si Ratu Malam

Masyarakat Jawa dan Sunda kerap menjadikan bunga ini sebagai bagian dari budaya makan lalapan.

Bunga marigold sendiri sering dijadikan sebagai tambahan sayur untuk pecel atau dikonsumsi mentah sebagai lauk pendamping.

Selain itu, karena tinggi akan kandungan zat antioksidan, maka bunga ini dapat membantu tubuh dalam melawan radikal bebas yang menyebabkan penyakit dan penuaan dini.

Apalagi, bunga ini juga memiliki sifat anti-karsinogenik atau zat yang mampu membatasi pertumbuhan kanker.

Related News