• 23 May 2024

Untung Panjang Kacang Panjang

BOGOR - Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Dewasa (KTD) Bumi Pakuan tengah memetik hasil dari budidaya kacang panjang. Komoditas sayuran itu dipilih untuk memenuhi permintaan pasar.

"Masa tanam kali ini kacang panjang, jenisnya kanton tavi. Kami (tanam) menyesuaikan yang diterima pasar. Karena untuk saat ini harus jeli melihat kebutuhan pasar," kata Ketua KTD Bumi Pakuan, Dan Sulaiman kepada Jagadtani.id, Sabtu (20/3).

KTD Bumi Pakuan menanam tanaman bernama latin Vigna sinensis L. itu di lahan seluas 2.000 meter persegi di Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Sebelumnya di lahan tersebut dibudidayakan mentimun.

Baca JugaKacang Panjang yang Kaya Nutrisi

Dan menjelaskan, untuk kacang panjang dari varietas ini membutuhkan waktu 45 hari hingga panen tiba. Panen sendiri bisa dilakukan sampai 20 kali dengan interval dua hari sekali.

"Besok sudah masuk panen yang ketiga. Untuk panen perdana dihasilkan 73 kilogram dan kedua 126 kilogram. InsyaAllah, hasilnya setelah itu akan naik terus sampai panen ketujuh," ujarnya.

Ia menambahkan, dari panen ketujuh, produktivitas kacang panjang masih akan stabil hingga panen ke 12. Namun untuk panen berikutnya, produktivitas kacang panjang akan mengalami penurunan hingga panen ke 20.

Baca JugaAlumni UI Berbagi Lewat Berkebun

"Untuk kuantitas sendiri saya belum bisa memperkirakan, karena dalam jumlah banyak seperti sekarang baru pertama kalinya menanam kacang panjang," sambung Dan.

Petani milenial yang belum lama menggeluti pertanian itu mengaku saat ini untuk pemasaran tidak mengalami kesulitan. Namun saat ini harga dari petani diterima di pasar induk di kisaran Rp.4.000 per kilogram.

"Harga sekarang lagi Rp.4.000 per kilogram. Kalau dari sebelumnya, harga ini memang rendah. Semoga nanti harganya naik minimal di angka Rp.8.000 sampai Rp.9.000 per kilogramnya," harapnya.

Bagi Dan, potensi usaha kacang panjang terbilang cukup baik, sejauh hasilnya bisa dijual langsung ke pasar induk. Namun hal itu perlu ditunjang dengan budidaya skala besar.

"Untuk lahan di bawah seluas 1.000 meterpersegi mungkin agak sulit, karena dari pemanenannya tidak banyak dan cost distribusi yang dikeluarkan akan tinggi kalau mau ke pasar induk," jelasnya.

Baca JugaMemanen Untung dari Lahan Kosong

Dan juga mengatakan, untuk budidaya kacang panjang umumnya sama saja perlakuannya dengan mentimun yang ditanam sebelumnya. Mulai dari pengolahan tanah hingga perawatannya.

KTD Bumi Pakuan sendiri membudidayakan kacang panjang itu dengan menerapkan sistem mulsa. Penggunaan mulsa dinilai efisien dari segi tenaga dan juga biaya pembersihan kerena dapat menekan pertumbuhan gulma.

Namun dikarenakan pada masa tanam sekarang musim penghujan, lanjut Dan, kendala yang dihadapi masalah hama kutu daun dan jamur. Sehingga perlu perawatan ekstra untuk membasmi gangguan tanaman tersebut.

"Saya juga sempat tanya-tanya ke petani lain, itu sama banyak kutu daun sama jamur. Jadi ada perawatan ekstra untuk penyemprotannya dari tadinya seminggu sekali menjadi seminggu dua kali, agar tidak menyebar lebih banyak," ungkapnya.

Dan juga mengingatkan dalam pemanenan buah kacang panjang pemetikan dilakukan harus berhati-hati agar tidak merusak keberadaan bunga kacang panjang.

Baca JugaAyo Bertani di Pekarangan Rumah!

"Cara metiknya juga harus hati-hati karena kalau bunga lepas dari tangkai nanti tidak bisa berbuah lagi, karena posisi bunga tepat disebelah buahnya," tutup petani yang berusia 26 tahun itu.

Related News