• 24 July 2024

Bahaya Mengonsumsi Kerang Hijau

uploads/news/2021/05/bahaya-mengkonsumsi-kerang-hijau-1915172c60ad501.jpg

"kerang ini menyerap tak hanya makanannya (plankton), tapi juga apa saja yang ada di sekitarnya, termasuk logam berat yang berbahaya"

JAKARTA - Bagi sahabat tani pecinta seafood, pasti sudah tidak asing dengan menu yang satu ini. Ya, Kerang hijau adalah salah satu menu seafood favorit masyarakat. Selain kandungan gizinya yang cukup tinggi, harganya pun murah meriah dibandingkan ikan atau kepiting. Kerang hijau enak diolah menjadi kerang rebus dengan sambal kacang untuk cocolan, kerang saus Padang yang pedas, atau kerang saus tiram.

Tak hanya restoran seafood besar, kedai seafood pinggir jalan pun menyajikannya. Yang jelas kerang hijau adalah makanan rakyat yang lezat dan bergizi.

Namun sayang sejak tahun 90-an, santer beredar rumor tentang bahaya mengkonsumsi kerang hijau terutama kerang-kerang hasil tangkapan dari laut sekitar Jakarta dan Tangerang yang sudah tercemar. Sebenarnya seberapa bahayanya kah mengkonsumsi kerang hijau?

Baca Juga: Larisnya Kerang Jelang Akhir Tahun

Menurut Dr. Ir. Etty Riani seperti dilansir dari Femina, pendidik dan peneliti dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB, Bogor, kerang termasuk organisme laut yang tahan banting. Kerang merupakan golongan mollusca, yaitu hewan lunak yang diapit cangkang keras dan tidak memiliki organ hati untuk menghancurkan benda asing, termasuk racun yang masuk ke dalam tubuhnya. Akibatnya, semua benda asing ditampung di dalam dagingnya.

Dalam hal ini kerang hijau menjadi kerang yang paling tahan terhadap polutan asing tersebut. Tidak seperti kerang jenis lain yang nomaden, kerang ini mampu bertahan hidup menetap dan bersifat sebagai filter feeder (penyaring) layaknya sebuah vacuum cleaner. Artinya, kerang ini menyerap tak hanya makanannya (plankton), tapi juga apa saja yang ada di sekitarnya, termasuk logam berat yang berbahaya. Tak heran, bila akhirnya tercetus ’larangan’ untuk mengonsumsi kerang ini.

Baca Juga: Sejarah Ikan Mujair Ditemukan

Kerang di perairan Indonesia juga sering kali tercemar oleh logam berat seperti merkuri. Logam berat ini tak boleh dikonsumsi ibu hamil, karena dapat menyebabkan cacat janin atau penyakit autis pada calon bayi. Sayangnya, untuk mengetahui bahwa kerang itu telah tercemar atau belum itu sulit, karena tidak terdapatnya ciri khusus yang dapat membedakannya. Meski begitu, kita dapat menghindari konsumsi kerang yang telah tercemar merkuri, yaitu dengan tidak membeli kerang yang berasal dari perairan yang mengandung banyak limbah industri (baik limbah cair maupun limbah yang berasal dari asap pabrik).

Baca Juga: Hewan Unik di Palung Mariana

Menurut penelitian, kerang hijau lebih dikenal sebagai kerang yang bersifat ‘vacuum cleaner’ karena kerang jenis ini menjaring logam-logam berat seperti, Pb (timbal), kadmium (Cd) maupun tembaga (Cu). Sementara, kerang darah lebih parah lagi. Karena hidup di dalam lumpur, kerang darah bahkan dapat memakan sedimen. Bila sahabat tani sering mengonsumsi kerang-kerang yang telah terkontaminasi ini, berangsur-angsur logam-logam berat tersebut akan masuk ke dalam tubuh dan tidak dapat dicerna atau bahkan dikeluarkan, dengan kata lain akan terpendam di dalam tubuh. Logam-logam ini akan menjadi racun di dalam tubuh dan nantinya dapat meningkatkan risiko penyakit mematikan seperti kanker.

Baca Juga: Cukupi Kebutuhan Proten Selama Ramadhan

tak perlu khawatir, jika sahabat tani telanjur jatuh cinta pada kerang ini, sahabat tani tetap bisa, kok, mengonsumsi kerang hijau. Asalkan tahu jurus jitu dalam memilih dan mengolahnya.

Related News