• 21 July 2024

Fakta Ulat Hongkong, Kaya Protein

"Serangga ini kerap menjadi hama pertanian, sering juga ditemukan di beberapa padi, maupun dedaunan yang membusuk.”

Jakarta – Masyarakat Indonesia biasa menganggap serangga yang satu ini sebagai pakan hewan peliharaan, baik itu burung, hamster, anjing, kucing, ikan dan sebagainya. Ya, ulat Hong Kong merupakan larva dari metamorfosis kumbang kecil hitam yang bernama latin Tenebrio molitor.

Ulat Hong Kong sebenarnya bisa dijadikan sebagai cemilan sehari-hari untuk manusia, namun di Indonesia sendiri masih belum banyak diproduksi. Umumnya, serangga ini kerap menjadi hama pertanian, sering juga ditemukan di beberapa padi, maupun dedaunan yang membusuk.

Baca juga: Ternak Ulat Hongkong Bernilai Ekonomis

Faktanya ulat Hong Kong menyukai tempat yang gelap, lembab dan hangat. Serangga yang disebut Dark beetle ini memiliki proses berkembang biak yang cukup lama yakni dari telur, larva hingga menjadi kepompong. Berikut informasi yang telah di rangkum versi Jagadtani.id, yuk simak informasinya!

Mengandung Tinggi Protein

Ullat Hong Kong merupakan salah satu jenis serangga yang memiliki kandungan tinggi protein. Tak hanya itu, terdapat nutrisi lainnya seperti omega 3, kalori dan asam amino. Bahkan, serangga ini dipercaya mengandung protein setara dengan ayam lho, sahabat tani. Menurut hasil penelitian PT. Insectra Global Protein, kandungan nutrisi pada ulat Hong Kong diantaranya protein 45 persen, kadar abu 5,6 persen, lemak 34 persen, kadar air 2,8 persen, energi 536 gram, karbohidrat 11 persen dan asam lemak omega 6 hingga 7171 gram.

Baca juga: Ulat Hongkong Pakan Tinggi Nutrisi

Sebagai Ekstra Fooding Burung Kicau

Banyaknya nutrisi yang terkandung pada ulat Hong Kong sangat dibutuhkan oleh burung kicau sehingga jenis serangga ini dijadikan ekstra fooding (EF). Para peternak burung pun memberikan EF tersebut ke burung lomba peliharaannya. Karena manfaat yang didapat dari Ulat Hong Kong untuk pakan burung lomba seperti meningkatkan birahi, penghangat tubuh, tekstur kulit menjadu keras, kualitas suara meningkat dan sebagainya.

Baca juga: Maggot, Solusi Pengurai Sampah Organik

Sebagai Whey Protein

Menurut James Jayanata, owner Insectra menerangkan bahwa jika ulat Hong Kong dikonsumsi manusia, ini sangat berguna untuk menggantikan protein alternatif yang dibutuhkan bagi sahabat tani. Kandungan protein ulat Hong Kong dapat menjadi alternatif whey protein. Whey protein merupakan protein yang terdapat pada sisa susu dalam pembuatan keju. Protein ini berguna untuk menambah massa otot sehingga sangat dibutuhkan untuk sahabat tani yang sedang fitness maupun berolah raga.

Baca juga: Maggot Kering Ala Tps 3r Bogor

Banyak Dikembangkan China

Seperti yang sahabat tani ketahui, ulat Hong Kong ini berasal dari wilayah Mediteranian dan Afrika. Seiring berjalannya waktu, kumbang ini dikembangkan juga dikolonisasi untuk pakan ternak serta penghobi. Sebab, banyaknya penduduk China yang mengembangkan ulat Hong Kong sehingga masyarakat lokal menganggapnya ulat Hong Kong.

Jadi Serangga Pertama dikonsumsi Eropa

Di Eropa, Ulat Hong Kong menjadi salah satu novel food atau edible insect sebagai pangan yang belum pernah dikonsumsi sebelumnya. Kaya akan protein, jenis serangga ini telah diizinkan sebagai makanan manusia oleh European Food Safety Authority (EFSA). EFSA menerangkan pendapat ilmiah tentang ulat Hong Kong kering yang aman dikonsumsi manusia. Nah, bagi sahabat tani yang ingin mengkonsumsi protein hewan namun tidak bisa makan ayam, ulat Hong Kong bisa jadi alternatif, lho.

Baca juga: Bsf, Pengganti Alternatif Pakan Impor

Related News