• 6 December 2022

Porang, Komoditas Andalan Petani Milenial

uploads/news/2021/06/porang-komoditas-andalan-petani-522202f91275475.jpeg

"Mentan SYL mendorong petani-petani muda untuk memiliki semangat dan kreativitas yang tinggi dalam mengelola sektor pertanian sehingga menghasilkan produk siap pakai"

JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan sangat serius dalam menggarap peningkatan produksi komoditas porang untuk mendukung peningkatan perekonomian nasional. Salah satu terobosan yang saat ini menjadi tujuannya adalah mencetak banyak petani milenial yang inovatif sehingga mampu melewati tantangan dan mengkoneksikan pasar ekspor.

"Hari ini saya bersama Syaharuddin Alrif petani millenial andalan bahkan duta petani milenial kita secara nasional yang mengembangkan terobosan terobosan pertanian. Sesuai arahan Presiden Jokowi meminta saya melakukan akselerasi- akselerasi penting dan serius terhadap komoditas komoditas yang memang menjanjikan memiliki skala ekonomi," ujar Mentan SYL Hal ini saat meninjau kebun porang milik Kelompok Tani 'Semangat Millenial' binaan petani milenial, Syaharuddin Alrif di Desa Talumae, Kecamatan Watan Sidenreng, Kabupaten Sidrap, provinsi Sulawesi Selatan.

Mentan SYL mendorong petani-petani muda untuk memiliki semangat dan kreativitas yang tinggi dalam mengelola sektor pertanian sehingga menghasilkan produk siap pakai. Mentan SYL juga mengatakan, petani milenial yang agresif dalam dunia pertanian juga akan selalu di support oleh pemerintah.

Baca juga : Kelahiran Bayi Orangutan GL Zoo

"Hari ini Syaharuddin membuktikan tanah yang seperti apa adanya ini dengan porang bisa menghasilkan miliaran rupiah dan tidak hanya itu tumpang sari Beliau lakukan dengan pisang," ucapnya.

"Biaya untuk pengolahan termasuk tenaga kerjanya, intervensi terhadap pengolahan dan back up awal dari pertanian, ini langsung bisa jalan," tambah Mentan SYL.

Perlu diketahui, produksi komoditas porang sebanyak 80 hingga 85 % dihasilkan dalam bentuk chips untuk di ekspor, sedangkan 10 hingga 15 % untuk konsumsi dalam negeri dalam bentuk beras porang maupun mie porang. Selain pengolahan pascapanen menjadi beras Porang dan mie, komoditas porang mempunyai 21 produk turunan dalam bentuk makanan lainnya, kosmetik, industri dan yang lainnya.

Menurut SYL, upaya memajukan komoditas porang hingga menghasilkan kualitas ekspor yang bagus, melibatkan peran yang cukup besar dari kementerian. Kementan di sisi pengembangan budidaya dan produksinya, sinergitas yang dilakukan oleh lembaga lainnya dilaksanakan seperti dari Kementerian Perindustrian yang membina industri pengolahan, sedangkan pasar dan ekspor oleh Kementerian Perdagangan.

Baca juga : Dibalik Berdirinya Perusahaan Cokelat

"Porang ini masuk super prioritas pertanian. Porang ini masa depan. Saya mau lihat hasil pengembangannya dalam 3 bulan lagi. Buat ini lebih kuat," tutupnya.

Related News