• 15 April 2024

Cerita Herlina, Alasan Mengkultur Tanaman

uploads/news/2021/08/cerita-herlina-alasan-mengkultur-6844108b8c790e6.jpeg

“Harus banyak latihan, kemudian teliti dalam proses pengerjaannya karena tidak mudah melakukan proses kultur jaringan. Untuk memperbanyak tanaman, jika dibandingkan dengan konvensional memang iya, kultur memang bisa menghasilkan jumlah banyak dengan waktu yang singkat..”

JAKARTA – Teknik memperbanyak tanaman dengan metode kultur jaringan, jarang bisa dilakukan oleh banyak orang. Tidak sembarang orang bisa dengan mudah menerapkan teknik kultur jaringan.

Kultur merupakan budidaya, sedangkan kata jaringan sendiri berarti sekelompok sel yang memiliki fungsi dan bentuk yang sama.

Perbanyakan tanaman menggunakan teknik kultur jaringan dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan cara konvensional yang biasanya bergantung pada musim tanam.

Menurut Ir. Deborah Herlina, salah satu ahli kultur jaringan dan peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian (Kementan), teknik ini sudah ia terapkan selama lebih dari 20 tahun untuk memperbanyak hasil tanaman di kebunnya.

Herlina menceritakan, jalan panjang yang ia lalui untuk bisa menerapkan kultur jaringan pada proses perbanyakan tanaman rupanya tak mudah. Selain perlu menggunakan alat-alat yang cukup mahal, mempelajari teknik kultur jaringan harus secara menyeluruh dan mendalam. Sehingga tingkat keberhasilan mengkultur tanaman juga berpeluang besar.

“Harus banyak latihan, kemudian teliti dalam proses pengerjaannya karena tidak mudah melakukan proses kultur jaringan. Untuk memperbanyak tanaman, jika dibandingkan dengan konvensional memang iya, kultur memang bisa menghasilkan jumlah banyak dengan waktu yang singkat. Namun pada proses pengerjaan kultur jaringan pun tidak mudah. Prosesnya sangat panjang,” kata Herlina saat ditemui oleh reporter Jagadtani.id di kebunnya yang berlokasi di Komplek IPB 2, Jalan Titan Blok S Nomor 5, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Baca juga : Untung Besar Menggandakan Philodendron Variegata

Lebih lanjut, Herlina menceritakan alasan dirinya mulai mengkultur tanaman hias, “Sejak kecil dan bahkan sampai kuliah, saya senang sekali dengan tanaman, merawat banyak tanaman di kostan saya. Berawal dari rasa senang dan cinta saya terhadap tanaman, maka saya ingin terus bergelut dengan tanaman,” ungkap Herlina.

“Kemudian, di Indonesia banyak sekali tanaman-tanaman langka. Dan untuk menyelamatkan populasi tanaman hias yang langka tersebut, dibutuhkan teknik kultur jaringan ini untuk mempermudah proses perbanyakan tanaman. Karena kalau harus menunggu tanaman itu berkembang biak sendiri akan membutuhkan waktu yang semakin lama,” jelas perempuan dengan dua anak itu.

Selain itu, menurut Herlina, manfaat perbanyakan tanaman menggunakan metode kultur jaringan dianggap sebagai solusi adanya permintaan tanaman yang tinggi namun pasokannya rendah.

Perempuan yang juga menjabat Ketua Perhimpunan Hortikultura Indonesia ini mengatakan, sayangnya metode ini tidak semudah menjentikkan jari. Butuh ketelitian dan kesabaran yang tinggi dalam menerapkan metode kultur jaringan.

“Selama giat dan terus berusaha untuk mempelajari cara dari proses kultur jaringan, lama-lama akan bisa menerapkan kultur jaringan,” tutupnya.

Baca juga : Menyelamatkan Tanaman Hias Asli Indonesia

Related News