• 31 January 2023

Memanfaatkan Kolam Ikan Untuk Hidroponik

"Kebetulan di wilayah ini banyak kolam ikan, tapi air pembuangannya belum dimaksimalkan sehingga kami buat untuk hidroponik"

KLATEN - Beragam cara dilakukan untuk memberikan nilai lebih pada sesuatu yang terbuang agar menjadi lebih berguna. Seperti yang dilakukan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta atau UNS dengan memanfaatkan air kolam ikan untuk tanaman hidroponik.

Kegiatan membuat tanaman hidroponik tersebut dilakukan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Metode menanam tanaman hidroponik hingga kini makin meningkat peminatnya. Apalagi cara menanam ini bisa dilakukan tanpa perlu menggunakan media tanah dan lahan yang luas. Dengan memakai cara menanam hidroponik, maka kamu tidak perlu lagi memusingkan diri akan menanam di mana, karena kamu bisa menanam di mana pun.

Baca juga: Cara Menanam Padi dengan Aquaponik

Salah satu sistem menanam hidroponik adalah sistem aquaponik. Aquaponik adalah metode memelihara ikan dan tumbuhan di satu tempat tanpa buang banyak uang ternyata bisa dilakukan. Orang-orang mengenal cara budidaya ini sebagai sistem aquaponik.

Sahabat tani pasti sudah pernah mendengar mengenai aqiaponik, budidaya tanaman dengan memanfaatkan air kolam ikan sebagai media tanamnya

"Kebetulan di wilayah ini banyak kolam ikan, tapi air pembuangannya belum dimaksimalkan sehingga kami buat untuk hidroponik. Air kotoran kolam ikan dirubah menjadi nutrisi dan bagus untuk tanaman," ujar Ketua Kelompok 203 KKN UNS, Ridho Anugrah Pangestu, Minggu (29/8).

Dijelaskan, total ada sekitar 1.300 lubang dengan aneka jenis tanaman seperti slada, kangkung dan bayam merah. Diharapkan hasil panen bisa dimanfaatkan warga sekitar. Selanjutnya dikembangkan agar memiliki nilai ekonomis dikemudian hari.

Baca juga: Panen Aquaponik di Tengah Pandemi

"Menanam sayuran dengan sistem hidroponik tidak membutuhkan modal banyak. Selain itu perawatan mudah dan hasilnya maksimal. Ini 35 hari bisa dipanen," ujarnya.

Kepala Desa Nglinggi, Sugeng Mulyadi, mengapresiasi program KKN UNS di desanya. Budidaya tanaman hidroponik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program pembangunan Edupark Desa Nglinggi.

Pihaknya berharap melalui program tersebut bisa memberikan pelajaran bagi generasi muda akan pentingnya berwirausaha dan belajar menanam.

"Kami menghargai apa yang dilakukan mahasiswa UNS yang mencoba memulai menggerakkan kembali apa yang ada di kawasan Edupark Desa Nglinggi, salah satunya dengan hidroponik," ujarnya.

Baca juga: Tips Sukses Menjadi Petani Milenial

Related News