• 18 July 2024

Pertanian Bukan Lagi Mata Pencaharian

uploads/news/2021/09/pertanian-bukan-lagi-mata-231551bb7fa8dd1.jpg

Semua elemen harus sadar bahwa permasalahan pertanian ini sangat kompleks, dan setidaknya saling bahu-membahu,”

TANGERANG - Pertanian merupakan bidang yang masih menjadi perhatian di Indonesia. Apalagi, mayoritas warga negara merah putih ini sebagai petani, sehingga dikenal dengan sebutan negara yang kaya akan sumber alam. Dalam memperingati Hari Tani Nasional 2021, sahabat tani perlu tahu bahwa selama ini sektor pertanian telah menyumbang PDB cukup besar. Sehingga digembor-gemborkan bahwa pertanian dapat mengangkat perekonomian Indonesia. Kenyataannya perannya yang semakin menurun, beberapa petani merasa keadaan seperti ini menjadi prihatin dan perlu diperhatikan.

Dandung Wasana, salah satu petani muda asal Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor ini mengaku bahwa di lingkungannya peran pertanian hanya sekadar aktifitas bukan sumber mata pencaharian.

Di Bogor Barat, pertanian masih sekadar aktifitas yang menurut saya bukan sebagai mata pencaharian, karena harga dan komoditinya tidak ekonomis. Dengan keadaan seperti ini, saya rasa petani sekarang diantara penting atau tidak penting,” jelas pria yang akrab disapa Dandung, kepada Reporter Jagadtani.id, melalui pesan singkat.

Baca juga : Hari Tani di Tengah Pandemi

Lebih lanjut, Dandung mengatakan, pertanian di Indonesia memiliki potensi besar untuk mengangkat perekonomian negara.

“Potensi yang sangat besar harusnya bisa menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Kita tidak bisa selamanya bergantung pada rare metal, energy of fosil dan kayu. Ketika dikelola dan ada road map jelas, pasti bisa dominasi hasil pertanian. Negara tetangga seperti Vietnam selama 20 tahun bisa mewujudkan, maka harusnya Indonesia juga bisa,” kata pria kelahiran bulan Juni itu.

Baca juga: Milenial dan Masa Depan Pertanian

Saat ini bidang pertanian memang telah mengangkat perekonomian Indonesia. Khususnya di masa pandemi, yang mengakibatkan beberapa pekerja beralih profesi ke bidang pertanian. Namun, nyatanya kini pertumbuhan di sektor non pertanian lebih cepat dari bidang pertanian. Bahkan, kesejahteraan petani juga terancam, sebab keuntungan yang didapat tidak menutup modal. Sehingga, peringatan Hari Tani Nasional ini menjadi pengingat, bahwa pertanian yang dinyatakan dapat mengangkat perekonomian bangsa sepatutnya mementingkan kesejahteraan petani.

Pria lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini berharap agar semua bagian ikut berperan dalam mengatasi permasalahan yang dialami para petani.

Semua elemen harus sadar bahwa permasalahan pertanian ini sangat kompleks, dan setidaknya saling bahu-membahu. Petani berusaha menanam semaksimal mungkin, akademisi membantu dengan keilmuannya supaya lebih efektif dan efisien. Lalu pemerintah menahan gempuran ekspor sampai produk dalam negeri kuat, konsumen lebih menghargai hasil petani Indonesia dan rantai pasok yang adil,” tutupnya.

Baca juga : Menengok Kisah Petani Cabai Milenial

Related News