• 23 February 2024

Panen Raya Padi Rojolele Srinuk

uploads/news/2021/10/panen-raya-padi-rojolele-69566e2a1a12f45.jpg

"Dengan kita panen Padi Rojolele Srinuk diharapkan kedepan akan diminati seluruh petani. Sehingga hamparan sawah di Kabupaten Klaten nantinya semua ditanami padi jenis ini"

KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten mengembangkan tanaman padi jenis Rojolele Srinuk di lahan seluas 150 hektar di tahun 2021. Varietas ini menjadi produk unggulan di Kota Bersinar.

Hal ini diungkapkan Bupati Klaten Sri Mulyani di sela acara Panen Raya Padi Rojolele Srinuk di areal persawahan Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Senin (11/10).

Menurutnya, varietas Rojolele Srinuk unggul dari sisi penanaman dan pemeliharaan. Meski setara dengan jenis padi biasa, namun memiliki hasil panen bagus dengan nilai jual tinggi. "Dengan nilai jual yang tinggi tentu akan bisa meningkatkan kesejahteraan petani," tutur Sri Mulyani.

Baca juga: Desa Kepel Bangkit dengan Porang

Pihaknya ingin seluruh Kelompok Tani di Kabupaten Klaten bersedia untuk membudidayakan dan mengembangkan padi Rojolele Srinuk.

"Dengan kita panen Padi Rojolele Srinuk diharapkan kedepan akan diminati seluruh petani. Sehingga hamparan sawah di Kabupaten Klaten nantinya semua ditanami padi jenis ini," ujarnya.

Guna memasyarakatkan padi Rojolele Srinuk dan Srinar, Pemerintah Kabupaten Klaten telah mengeluarkan kebijakan melalui Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2021 bahwa ASN dan pegawai BUMD membeli padi jenis tersebut. Termasuk instansi vertikal dilingkungan pemerintahan.

Baca juga: Semangat Petani Muda Klaten

Keluarnya instruksi ini memberi harapan kepada petani akan kepastian potensi dan peluang pasar bagi perkembangan Rojolele Srinuk di Klaten.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti mengungkapkan, dibeberapa wilayah, pengembangan padi Rojolele Srinuk memiliki produktivitas tinggi.

"Seperti di Desa Kahuman ini, sebanyak 7,9 ton gabah kering giling bisa dihasilkan per hektarnya, dari perhitungan potensi panen sebesar 9,75 ton per hektar," katanya.

Baca juga: Pentingnya Nutrisi dari Konsumsi Beras

Guna mensejahterakan masyarakat petani, lanjut Widiyanti, kedepan akan dikembangkan di seluruh wilayah Kabupaten Klaten.

DPKPP Klaten terus berupaya mengembangkan padi Rojolele Srinuk melalui kegiatan sosialisasi dengan penyuluhan maupun percontohan dibeberapa wilayah. "Harapannya padi Rojolele Srinuk ini menjadi varietas idaman masyarakat petani di Kabupaten Klaten," ungkapnya.

Baca juga: Ciptakan Mesin Beras untuk Petani

Sementara itu, dalam kegiatan Panen Raya Padi Rojolele Srinuk, bupati juga berkesempatan menyerahkan secara simbolis alat mesin pertanian (Alsintan) senilai Rp2,9 miliar bantuan dari Kementerian Pertanian.

Alsintan tersebut terdiri dari satu unit traktor roda empat, hand tractor roda dua, rice transplanter, cultivator, power thresher multi type mobile, dan combine harvester.

Selain itu juga diserahkan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dari Asuransi Jasindo bagi petani terdampak organisme pengganggu tumbuhan (OPT) berupa hama tikus di lahan seluas 25,83 hektar.

Baca juga: Jokowi Tinjau Panen di Malang

Related News