• 6 December 2022

Penyebab Curug Cibeureum Masih Ditutup

uploads/news/2022/01/penyebab-curug-cibeureum-masih-8055293de1d7dbe.jpg

Begitu banyaknya permintaan wisatawan untuk kembali di buka jalur wisata Curug Cibeureum, membuat Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menggelar patroli pada awal tahun 2022. Curug Cibeureum, Resort PTN Selabintana sebagai kawasan wisata yang saat ini dikelola PT. Bumi Paseban Alami (BPA) selaku pemegang Perizinan Berusaha Pengusahaan Sarana Jasa Lingkungan Wisata Alam (PB-PSWA) di Resort PTN Selabintana.

Patroli yang dilakukan oleh dari PT. BPA, Puslatpur Marinir-6 Antralina sebanyak 12 orang personil, Bhabinkantibmas dan Babinsa Desa Perbawati dan Sudajaya Girang, Volunteer Panthera, serta Mahasiswa PKL dari D3 Vokasi Ekowisata IPB. Sebagai catatan, patrol ini adalah bagian dari Rencana Karya Tahunan (RKT) 2021 PT. BPA.

Seluruh pihak yang terkait harus memastikan kelayakan jalur wisata menuju Curug Cibeureum setelah tertutup longsor sejak Mei 2021. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, wisata Curug Cibeureum masih belum dapat dibuka untuk umum. Hal ini terkait dengan titik longsor yang mengalami penambahan sehingga berbahaya untuk dilalui wisatawan.

Dapat dipastikan dari hasil monitoring, jalur wisata Curug Cibeureum membutuhkan perhatian dan penanganan yang serius. Beberapa bagian jalur harus ditata agar kenyamanan dan keselamatan pengunjung dapat terjamin selama berada di Curug Cibeureum. Tempat wisata yang menjadi primadona di Sukabumi, juga menjadi tujuan wisatawan dari Jakarta maupun daerah lainnya.

Selain realisasi RKT PT. BPA, patroli bersama ini juga merupakan bentuk kontribusi dan partisipasi dari Puslatpur Marinir-6 Antralina dalam menjaga kawasan TNGGP. Sesuai dengan yang diungkapkan oleh Komandan Puslatpur Marinir-6 Antralina, Letkol Marinir Ombun Tarera Sipatuhar, M.Si, Han., bahwa keikutsertaan anggota Puslatpur Marinir-6 Antralina adalah sebagai upaya menjaga hubungan baik yang sudah terjalin sebelumnya dalam berbagai kegiatan bersama antara BBTNGGP dengan Puslatpur Marinir-6 Antralina.

Setelah melaksanakan kegiatan patroli pengamanan kawasan jalur wisata Curug Cibeureum, agenda dilanjutkan dengan penanaman pohon endemik/asli TNGGP. Penanaman ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Balai Besar TNGGP yang diwakili oleh Plt. Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, Komandan Puslatpur Marinir-6 Antralina, dan Direktur PT. Bumi Paseban Alami.

Sekilas Wisata Curug Cibeureum

Pintu masuk Curug Cibeureum berada di Pondok Halimun, dari pintu masuk membutuhkan waktu 1,5 jam untuk menempuh jarak sejauh + 3 kilomete yang berada di ketinggian 1.300 mdpl. Selama perjalanan menuju Curug Cibeureum, pengunjung disuguhi pemandangan khas hutan hujan tropis.

Curug Cibeureum memiliki ketinggian mencapai 60 meter, dan merupakan air terjun tertinggi yang dapat dikunjungi para wisatawan di dalam kawasan konservasi TNGGP.

Untuk masuk ke obyek wisata Curug Cibeureum, pengunjung diwajibkan memiliki surat izin masuk kawasan konservasi (Simaksi) dengan membayar tiket dan asuransi. Harga tiket berkisar dari Rp 16.000 hingga Rp 18.500.

Related News