• 27 May 2022

CLBK Berujung Kesuksesan Ternak Burung Kenari

SHARE SOSMED

Memang untuk ternak burung Kenari, Nurfadilah pemilik Padil Kenari BF baru menjalani usaha ini selama 1 tahun. Namun sebenarnya, Nurfadilah pernah berternak burung Kenari selama empat tahun yang dimulai pada tahun 1998. Tetapi saat itu, prospek burung Kenari belum setenar saat ini.

"Tahun 98, saya sudah mulai berternak kenari selama empat tahun. Dulu karena burung Kenari belum dikenal seperti saat ini sehingga harganya jualnya masih belum bagus. Padahal biaya produksi cukup tinggi, jadi tidak sebanding. Ujungnya harus ganti ternak burung dara."

Burung Dara lomba yang menjadi pilihan karena dianggap Nurfadilah lebih menjanjikan. Demi mendapatkan burung Dara berkualitas terbaik, dirinya rela harus mencari ke berbagai daerah. Istilahnya 'nyolok' di lapangan dan berlanjut menawar burung langsung ke rumah sang pemilik. Burung Dara berkualitas menjadi ternak pilihan dari Nurfadilah.

"Dulu untuk mencari burung Dara yang top, saya harus ke berbagai daerah seperti Kebumen, Pacitan, Pasuran dan lainnya. Tapi selama delapan beternak burung Dara saya mengalami kerugian. Burung Dara pilihan yang saya miliki banyak hilang karena orang kepercayaan. Padahal dia merupakan joki kepercayaan saya," lanjutnya

Usaha berternak Burung Dara yang telah dijalani selama 8;tahun harus diakhiri karena kerugian besar. Cukup sulit Nurfadilah untuk 'move on', bahkan dirinya mengaku sempat stress dalam urusan dunia unggas ini.

Memasuki masa keemasan dari Burung LB (Love Bird), Nurfadilah mulai tertarik kembali untuk menekuni ternak burung. Walau dirinya sempat banting stir menjadi 'mancing mania'. Harga yang cukup tinggi merupakan salah satu alasannya dalam berternak Love Bird. Tetapi untuk ternak Love Bird dengan lebih 60 pasang hanya dilakoni Nurfadilah hanya selama 4 tahun saja.

"Setelah harga jual burung Love Bird kembali anjlok, saya memilih berhenti. Harga pakan tidak sebanding dengan harga jual burung. Sekarang harga burung Love Bird hanya berkisar mulai dari 35 ribuan aja. Beda saat awal-awal yang harganya bisa lebih dari ratusan ribu."
Memang Nurfadilah mengakui telah berhasil berternak burung kenari. Tetapi baru jenis lokal saja. Kini dirinya sedang berusaha mengembangkan ternak burung Kenari seri besar mulai dari F 1 dan lainnya.

"Untuk kenari seri lokal sudah dibilang saya telah memahami, kini harus naik kasta ke seri - seri besar. Butuh pengamatan agar bisa sukses dalam ternak kenari seri besar. Ada banyak indukan seri besar yang saya miliki dalam ternakan ini."

Ada banyak treatment yang diterapkan Nurfadilah selama berternak kenari, tentunya ilmu yang pernah dijalani pada awal berternak menjadi kunci keberhasilannya. Kini Nurfadilah dengan Padil Kenari BF telah berhasil menghasilkan burung kenari unggulan.

Untuk penjualan, Nurfadilah juga menjamin kelamin yang dijual. Dan jika tidak sesuai maka akan diganti sesuai kesepakatan dalam awal transaksi. "Sebenarnya saya sudah dapat mengetahui jenis kelamin burung kenari sejak usia masih lima hari, namun jika tidak sesuai maka pembeli dapat menukar dan akan saya kasih uang pakan sebagai biaya pengganti perawatan,' pungkasnya.

Burung kenari dari Padil Kenari BF yang telah makan milet dapat dibeli dengan banderol mulai dari Rp 150 ribuan (lokal), untuk seri lainnya tentu akan dihargai lebih tinggi dan seterusnya. Bagaimana, Sahabat Tani ada yang tertarik membeli burung kenari dari Padil Kenari BF?

Related News