• 6 December 2022

Ingin Menang Kontes Musang, Ini Bocorannya

"Dalam penilaian juga ada bonus poin, bisa diperoleh dari kemampuan musang. Jadi musang harus dilatih sedemikian rupa agar merebut simpatik dari juri."


Sahabat Tani, kontes merupakan sebuah acara yang dilaksanakan sebagai ajang mencari sang juara atau mencari terbaik dari yang terbaik. Pada umumnya, sebuah kontes pastinya mempunyai kriteria tertentu. Untuk mendapatkan juara dari sebuah kontes, kita harus memenuhi kriteria yang telah diberikan. Hal serupa juga berlaku pada kontes musang.


Untuk menjadi sang juara, Musang yang mengikuti Kontes harus memenuhi kriteria dari pihak penyelenggara. Dengan kemajuan pembudidaya Musang di Indonesia dan semakin bertambahnya jenis-jenis musang, maka semakin bertambah pula kriteria kontes musang berdasarkan jenisnya. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan Berry mengenai sistem penilaian pada Konten Musang.


Penilaian pertama adalah grooming. Dalam hal ini menilai kebersihan tubuh Musang, seperti melihat kebersihan mata, telinga, dan hidung.


"Grooming menjadi dasar dalam penilaian. Beberapa aspek yang masuk dalam penilaian dari segi gooming adalah bulu musang sehingga dapat mengetahui kebersihan kulit dan kelengkapan bulu. Jika dijabarkan, melalui grooming dapat mengetahui kebersihan kelopak mata, telinga dan hidung. Apakah ada kotoran di bagian mata atau lainnya. Jadi kebersihan di badannya merupakan poin utama," katanya.


Selanjutnya proposional tubuh. Ukuran kepala, tubuh dan ekor musang, termasuk ke dalam penilaian proposional tubuh. Jika ketiga hal pada tubuh musang tersebut memiliki bentuk yang sama, maka dapat dikatakan sempurna.


"Dalam penilaian proposional atau bentuk tubuh, paling tidak tiga bagian tubuh yang meliputi bagian kepala, badan, dan ekor yang akan dinilai. Penilaiannya jika bagian kepala berukuran besar, maka tubuh atau body, ekor hingga bulu harus selaras. Untuk bulu disesuaikan dengan karakteristik musang tersebut, ada yang memang short hair atau yang emang lebat. Jika semua dinilai proposional, maka saya bilang masuk kategori sempurna."lanjutnya.


Selanjutnya, dalam penilaian kontes musang adalah Karakter. Pada dasarnya musang merupakan hewan alam yang dipelihara ehingga karakter yang dinilai yaitu kefriendlyan atau jinak kepada juri ketika diatas meja penilaian.


"Dan juga ada penilaian di faktor karakter. Ketika musang di meja juri, dinilai karakternya ketika dilihat mulutnya, giginya kotor atau lainnya. Musang tidak boleh ada indikasi akan menyerang atau galak karena karakter ada nilai tersendiri,"jelasnya.


Berry menambahkan dalam penilaian, musang bisa mendapatkan bonus poin ketika menunjukan kemampuannya saat berada di atas meja juri. "Bonus poin dapat diperoleh dari kemampuan musang seperti contohnya musang di atas meja, sementara owner di depannya sekitar setengah meter. Musang yang lompat ke pemilik itu juga ada penilaian bonus. Dan juga bonding, ketika owner lari, musang mengikuti kemana mana, itu juga ada point bonus bonding," imbuhnya.


Jenis musang kini makin beragam bahkan beberapa jenis Musang yang memiliki kelainan gen seperti jenis Musang Pandan Mozaik dengan kelainan gen sehingga mengakibatkan bagian wajah, kaki dan ekornya berwarna putih. Dengan terdapat beberapa jenis Musang mengalami kelainan, maka diadakanlah kategori lomba berdasarkan kelainan pada gennya. Kira-kira bagaimana penilaiannya ya sahabat tani?


"Ada penilaian standart minimal, sebagai contoh musang Mozaik yang bagian bulu kepala harus bener-bener putih. Begitu pula pada keempat kakinya yang juga harus putih. Presentasinya juga harus seimbang atau minimal sama. first impression juri itu pasti bakal "Waw" gitu. Sebagai contoh warna putihnya diatas lekukan lutut, kepalanya putih bersih, keempat kakinya putihnya selutut juga dengan ekornya minimal 50% warna putihnya dari pangkal ekor sampai di ujung ekor. Tentu pointnya akan bagus. Dan juga biasanya, mozaik itu juga di dominasi warna mata yang normalnya hitam," jelas pria yang menggunakan jas hitam itu.


Selain Mozaik, Musang Pandan juga ada yang memiliki kelainan seperti Leucistic, Albino, Klawu. Cara penilaiannya pun tidak sama dengan jenis Mozaik. Penilaian musang harus berdasarkan katagori, tidak boleh disama ratakan kecuali dalam hal kebersihan, postur tubuh meliputi besaran kepala diikuti besar tubuh, bulu pada ekor, dan karakter musang itu sendiri.


"Seperti, Leucistic, Albino, Klawu dan segala macem lainnya. dan morph. Misalnya musang Klawu yang hampir menyerupai Grey atau Abu abu. Jadi kita nilai Greynya gimana? Karena satu warna, jadi hanya 1 warna aja. Pokoknya ga boleh warna selain Grey, kecuali warna dasar motif Musang pandan itu. Klawu biasanya ada di Musang Pandan sih tapi dia warnanya Klawu. Jadi ga ada warna kuning atau lainnya."


Proses penilaian tersebut juga berlaku pada musang jenis Leucistic juga sama. Pada dasarnya Albino warna bulunya putih, warna kulit Albino itu pink dan warna mata harus merah. Bagaimana jika Leucistic putih bermata hitam. Penilaiannya tentu kembali pada karakter Leucistic yang tidak boleh ada warna kuning atau lainnya.


Sahabat Tani, itu tadi cara penilaian dalam Kontes Musang. Jadi tak perlu khawatir jika Musang, belum memenuhi kriteria di atas, sementara tapi ingin mengikuti kontes. Tenang saja ada trik yang dapat dilakukan dan akan tim jagad tani bagikan pada artikel selanjutnya.

 

Related News