• 31 January 2023

Trik Channa Limbata Tak 'Mojok' di Tempat Baru

Seiring menanjaknya popularitas ikan gabus atau Channa, pelbagai jenis dari ikan inipun naik daun. Di kalangan penghobi Channa, sederet nama pupuler mungkin sudah tidak asing, seperti Marulioides, Pulchra dan Auranti. Atau mungkin dengan primadona yang harganya selangit penghuni perairan Himalaya, Channa Barca.

Namun dari sekian jenis Channa tersebut, ada juga gabus yang dianggap memiliki tingkat adaptasi cukup sulit, membuat ikan yang dikenal Channa Dwarf ini terkesan minim peminat. Padahal ikan yang memiliki nama lokal Bogo, Kotes atau Cingok ini memiliki warna dan mental yang tak kalah garang dari kerabat gabus yang lain.

Channa Limbata sendiri memiliki warna tubuh hitam legam, fin kaudal biru kehijauan serta fin dorsal dan anal diwarnai rim kuning kemerahan. Dalam dunia kontes, Channa Limbata juga memiliki kelas khusus dari ukuran kecil hingga besar.

Erik Prayoga, Penghobi Channa Limbata membagikan tips khusus bagi yang ingin mencoba memeliharanya. Dia tak menampik jika ikan dwarf snakehead ini perlu trik dan treatment untuk settle di tempat barunya.

"Si gabus malas ini akan stress akut dan memilih 'mojok' saat berada di tempat baru, apalagi jika pencahayaan berlebih dan lalu lalang penghuni rumah. Jadi usahakan ikan dalam keadaan gelap dan tanpa pencahayaan. Terkecuali dikarantina di outdoor yang mendapatkan sinar matahari," ujarnya, Sabtu (14/5).

Ia mengatakan, ada beberapa hal lain yang dipersiapkan sebelum Channa Limbata masuk ke akuarium. "Pertama, siapkan air tua dalam wadah berukuran dua kali lipat dari panjang badan si ikan yang akan dibeli. Ini bertujuan agar calon penghuni merasa leluasa menguasai lingkungannya."

Ketinggian air, lanjutnya, cukup antara 10-15 sentimeter. Kemudian bubuhi garam untuk mematikan bakteri dan kuman penyebab jamur pada kulit ikan. Acriflavine HCL dan ekstrak daun ketapang juga dapat membantu ikan adaptasi dalam air baru.

Kedua, pemilihan ikan. Tahapan ini merupakan proses dimana penghobi menentukan pilihannya. Pilihlah ikan yang terlihat aktif diombyokan. Kemudian lihat anatominya mulai kepala hingga ujung ekor dan pastikan tidak memilih ikan yang cacat.

Ketiga, pemindahan ke tempat karantina. Di tahapan ini lakukan aklimatisasi ikan dari packingan atau plastik ke dalam wadah. Setelah suhu air di dalam sama dengan suhu wadah, maka buka plastik dan biarkan ikan keluar dengan sendirinya.

"Kesabaran juga diperlukan saat proses karantina. Biasanya, butuh waktu sekira paling lama dua minggu hingga ikan bisa beradaptasi, namun ada ikan yang butuh berbulan-bulan untuk dapat adaptasi. Tak sedikit juga yang gagal settle dan mati," ucapnya.

Keempat, pemberian pakan hidup. Ikan dapat diberikan pakan hidup antara lain ikan cere, udang, ulat kandang dan cacing tanah. Beri 'gangguan' pada ikan sebelum memberikan pakan dengan tujuan agar ikan terbiasa merespon gerakan di atas atau di depan tank. Lakukan ini setidaknya 2-3 hari sekali.

Selanjutnya, terang Erik, setelah ikan dirasa responsif dan settle secara adaptasi air dan suhu, pindahkan ikan ke tank display. Ikan dapat ditempatkan di dalam aquascape dengan tema habitatnya atau dengan gaya polosan.

"Nah bagi yang sibuk, tak perlu khawatir akan perawatannya. Ikan ini tahan tanpa diberi pakan hingga dua bulan lamanya. Selain itu, mampu bertahan di air yang tercemar sekalipun," tandas Erik Betta sapaan akrabnya

Related News