• 6 December 2022

Memetik Buah Anggur di Anggola Garden

uploads/news/2022/06/memetik-buah-anggur-di-90348e358b7bd5b.jpg

BOGOR - Sahabat Tani pastinya sudah tidak asing untuk buah yang satu ini. Anggur atau bernama latin Vitis vinefera. Buah anggur banyak dikonsumsi baik dalam bentuk segar maupun produk turunannya. Buah ini banyak digemari selain memiliki kelezatan, juga kaya akan kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Dewasa ini, buah anggur telah banyak dibudidayakan di Tanah Air. Tak terkecuali di daerah Bogor atau tepatnya Anggola Garden di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ada puluhan jenis anggur yang dibudidayakan di 10 green house di atas lahan seluas 7.000 meter persegi.

"Untuk jenis anggur di sini ada lebih dari 50. Namun untuk kedepannya dikerucutkan hanya yang mudah dibuahkan di daerah Bogor maupun Indonesia, karena kita di sini bukan untuk keperluan pribadi juga, tapi untuk keperluan publik yang membeli bibit yang tentunya bibit yang mudah dibuahkan," kata pengelola Anggola Garden Ekky Pasmadirja, Selasa (28/6).

Ekky menjelaskan, budidaya anggur yang dilakukan Anggola Garden dari bibit tidak dimulai dari biji dikarenakan hal itu membutuhkan waktu yang lama. Sementara pembibitan anggur dengan menerapkan teknik okulasi atau grafting (penyambungan).

Dalam teknik ini, untuk batang bawah memfaatkan bibit anggur rostok asli Indonesia. Sedangkan batang atas disambungkan dengan bibit anggur impor. Dipilihnya bibit anggur rostok lantaran dinilai memiliki perakaran yang baik di tanah.

"Anggur rostok ini terbukti perakarannya adaktif di lingkungan Indonesia, tapi punya karakter rasa asam banget. Nah kita satukan, bawahnya lokal, atasnya yang impor. Teknik ini menyatukan dua jenis berbeda masih satu keluarga untuk mendapatkan bibit tingkat kesempurnaan yang lumayan. Artinya bawahnya adaktif di Indonesia, atasnya enak dimakan," paparnya.

Adapun jenis-jenis anggur yang dibudidayakan, di antaranya akademik, anuta, dixon, gosv, julian, transfiguration, taldun, tamaki dan sebagainya. "Yang jelas di sini ada anggur hitam, hijau dan merah, buah bulat, besar, kecil, wangi dan lonjong. Itu ada semua di sini," imbuh Ekky.

Dalam penanaman anggur merupakan tanaman buah berupa perdu yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae ini, terang Ekky, ada dengan sistem tambulapot. Adapula yang menerapkan sistem tralis Y, tralis I dan juga sistem para-para. Sistem penanaman anggur ini bisa diterapkan pada skala perkebunan ataupun rumahan.

"Untuk penanaman tergantung kebutuhan, misalnya untuk skala perkebunan sistem tralis bisa jadi pilihan supaya buahnya gampang dipanennya dan juga perawatannya. Beda dengan para-para didesain bukan untuk skala perkebunan tapi skala hobi, di depan rumah untuk penutup teras supaya teduh. Kalau tambulapot hanya melingkar dan tersiernya ke atas bagus juga, jadi lebih mementingkan estetika, cantik dan ada buahnya," katanya.

Ia juga menerangkan, anggur adalah salah satu tanaman yang sangat unik dengan kata lain tanaman anggur bisa diatur waktu berbuahnya. Namun agar hasilnya sepadan sesuai yang diinginkan ada beberapa hal yang harus dilakukan.

"Kita bisa me-setting kapan pun mau dibuahkan, tapi kita harus atur, enggak bisa sewaktu-waktu dibuahkan, keluar buah, enggak. Kita mengatur misalkan sekitar tiga bulan dibuahkan, sebelum tiga bulan itu sudah mempersiapkan pemupukannya, perawatan cabangnya, pembentukan cabangnya. Jadi bisa di-setting mau kapan pun dibuahkan asalkan tahu manajem waktu kapan harus dibuahkan," paparnya.

Menurutnya, anggur ini pada dasarnya bukan tanaman tropis dan subtropis, tetapi lebih identik atau lebih dikenal tanaman gurun. Oleh karenanya, anggur suka cuaca panas saat siang hari, dan sebaliknya suka cuaca dingin saat malam hari. Terpaan angin yang sepoi-sepoi juga menjadi favorit tanaman anggur.

"Jadi kalau misalkan anggur ditanam di tempat sering hujan tentu ada efeknya seperti ada penyakit karena tanaman ini belum menyesuaikan habitat banget di Indonesia. Tapi kalau skala rumahan mungkin masih bisa ada penanangannya dengan penyemprotan fungisida dan perawatan lainnya. Kecuali skalanya banyak akan ribet, maka baiknya di green house," ujarnya.

Anggola Garden yang mengusung konsep agrowisata ini telah dua kali memetik buah anggur dari hasil penanaman bibit yang dilakukan sejak berdiri tahun 2021. Selain menjual buah anggur, juga menyediakan bibit yang dihargai Rp125.000 sampai 150.000 per polibag dan Rp500.000 untuk bibit tambulapot. Anggola Garden juga menyediakan media tanam termasuk membuka kerja sama untuk pelatihan.

"Alhamdulillah, tahun ini sudah menjual dua kali dengan kisaran harga Rp100.000 per kilo karena baru opening. Produksi buah anggur nanti kita desain sebisa mungkin setiap bulan ada. Termasuk kedepannya kita akan ada wedding party, kafe dan restoran," pungkasnya.

Related News