• 6 October 2022

Arifudin, Ternak Entok Lebih Menjanjikan Dibanding Ayam

"Saat ini, saya fokus sebagai pembesaran entok, sambil berjalan menyiapkan indukan sebagai modal berternak. Kami tidak hanya menerima pemesanan entok potong, tetapi juga masakan seperti rica-rica entok dan lainnya."

Merasakan ternak ayam bangkok yang sebelumnya telah dijalani kurang signifikan dalam merasakan hasilnya, Arifudin memilih banting stir dengan berternak entok. Walau sebenarnya deretan kandang berisi ayam jago andalannya masih terlihat di area peternakannya. Ayam bangkok menjadi penyalur hobi, sedangkan entok untuk penghasilannya.

Terletak di daerah Cipendawa, Bekasi, kandang ternak entok milik Arifudin tidak hanya terdapat jenis entok lokal. Beberapa jenis entok, termasuk entok hias terlihat diumbar menjadi satu kandang. Entok jenis Rambon menjadi salah satu andalannya.

Belajar dari pengalaman merawat unggas hingga mencari informasi melalui grup sosial media menjadi kunci keberhasilannya. "Sebelumnya saya berternak ayam bangkok untuk kontes, tetapi rasanya lebih menjanjikan bisnisnya. Memang masih tergolong baru di dunia ternak entok, tetapi pengalaman merawat ayam dan belajar dari berbagai sumber terus saya lakukan."

Saat ini, pria kelahiran Bima - NTB tahun 1985 memang baru memulai usaha berternak entok untuk pembesaran saja. Namun Arifudin memastikan untuk menyiapkan indukan entok sebagai modalnya. "Entok dengan postur bagus dan usia matang sebagai indukan ada yang saya peroleh dari hasil seleksi. Tetapi juga ada entok yang khusus saya beli untuk persiapan calon indukan selanjutnya."

Pekarangan depan rumah yang disulap menjadi kandang peternakan telah dapat menampung 60 ekor entok. Namun itu hanya seperempat dari luas keseluruhan, Arifudin berencana meluaskan demi menjaga perputaran bisnis ternak entoknya.

"Dari infomasi berbagai teman, untuk anak entok harus dipisah dari indukannya. Kandang khusus dengan bagian dasarnya harus setengah meter dari permukaan tanah. Tujuannya agar anak entok yang masih usia di bawah satu bulan terhindar dari penyakit dan tidak berebut pakan dengan entok dewasa "

Untuk kendala, Arifudin mengaku pernah mengalami entoknya mati mendadak. Hal ini disebabkan pakan berupa ampas tahu yang dibelinya. "Sempat sehari mati dua ekor setelah pemberian ampas tahu selama satu minggu, akhirnya saya memutuskan untuk merubah menu pakannya. Saat ini saya memberikan sayuran seminggu tiga kali dengan nasi plus dedak sebagai pakan utamanya."

Khusus peternakan milik Arifudin yang dibantu adik dan juga istri tercintanya, tidak hanya menerima pemesanan berupa entok potong. Olahan masakan dari entok juga dapat dipesan secara langsung. "Bagi sebagian orang, memasak entok mungkin merepotkan. Peluang tersebut kami manfaatkan dengan menerima pemesanan olahan masakan seperti rica-rica entok dan lainnya. Tentu ada biaya tambahan." Pungkasnya.

 

Related News