• 30 May 2024

Cengkeh Tanaman Investasi Masa Depan

Cengkeh dengan nama latin Syzygium aromaticum sebagai tanaman asli Indonesia memang memiliki banyak kegunaan. Tidak hanya bunga cengkeh yang diburu untuk dijadikan campuran rokok hingga bumbu masakan, daun maupun batang cengkeh juga dapat disuling menjadi minyak cengkeh dengan khasiat sangat baik bagi Kesehatan.

 

Namun nilai jual cengkeh tidak seperti zaman penjajahan yang sangat tinggi sehingga diperebutkan berbagai negara. Kini pohon cengkeh yang telah menyebar di beberapa negara seperti India, Madagaskar, Sri Langka, membuat persaingan harga cukup tinggi. Padahal, hanya lima pulau kecil di kepulauan Maluku, yaitu Tidore, Bacan, Moti, Makian dan Ternate .

 

Di Indonesia sendiri, kini pohon cengkeh telah tersebar berbagai pulau, termasuk pulau Jawa. Salah satu perkebunan cengkeh di pulau Jawa yang dikunjungi tim Jagadtani berada di desa Cijeruk, kecamatan Cijeruk, Bogor – Jawa Barat. Namun nilai ekonomis yang belum stabil membuat sebagian petani tidak fokus dalam merawat pohon cengkeh.

 

Alhasil, tanaman cengkeh dijadikan sebagai tanaman investasi dan hanya menjual hasil panen saat harganya merangkak naik. Harga cengkeh kering pada tahun 2022 mulai naik menjadi Rp100 ribu per kilogram, dibanding tahun sebelumnya yang berkisar lima puluh ribu.

 

Padahal untuk mendapatkan satu kilo cengkeh kering, membutuhkan tiga kilogram cengkeh basah. Sementara proses pengeringan cengkeh membutuhkan waktu dalam beberapa hari dan sangat tergantung pada bantuan sinar Matahari. Tentu proses yang cukup panjang untuk mendapatkan hasil terbaik dari cengkeh kering dengan kandungan senyawa minyak astiri (eugenol) dan Isoegenol.

 

Di Indonesia, tanaman cengkeh terklarifikasi dalam 3 jenis yaitu cengkeh asli Maluku (seperti Afo, Tibobo, Tauro, Sibela, Indari, Air Mata, Dokiri, Daun Buntal), cengkeh liar (seperti Raja, Amahusu, Haria Gunung, Cengkeh Hutan Bogor), dan cengkeh budidaya (seperti Zanzibar, Siputih, Sikotok, Ambon). Tanaman cengkeh dapat tumbuh pada ketinggian 0-1500 mdpl dengan suhu 20-30 derajat Celsius.

 

Sementara bunga cengkeh baru dapat di panen pada usia tanam telah memasuki di atas lima tahun. Pohon cengkeh mulai menurun produktivitasnya setelah berusia lebih dari tiga puluh tahun. Pohon cengkeh tertua dapat mencapai ratusan tahun seperti Cengkeh Afo yang berusia lebih dari 400 tahun dengan tinggi 36,6 meter dan keliling batang 4,26 meter. Pohon tertua di dunia ini berada di kelurahan Tongole, Ternate tengah masih dapat menghasilkan bunga sebanyak 400 kilogram pertahunnya.

 

Tentu diharapkan komoditi rempah yang diandalkan Indonesia dapat stabil nilai jualnya sehingga Sahabat Tani merasakan keuntungan besar.

 

 

Related News