• 6 December 2022

BKSDA Yogyakarta Deteksi Dini Sars Cov-2

uploads/news/2022/10/bksda-yogyakarta-deteksi-dini-76247fedd69653b.jpg

Usaha untuk menghentikan berbagai virus menular pada hewan dan dapat berdampak pada manusia atau lebih dikenal 'Zoonosis'. Bahkan menurut WWF, lebih dari 70% penyakit menular akibat zoonisis disebabkan interaksi dengan satwa liar.

 

Zoonosis yang ditularkan melalui interaksi manusia dengan satwa liar, diantaranya: Covid-19 atau corona (diperkirakan ditularkan melalui kelelawar, ular kobra atau trenggiling), Ebola (diperkirakan ditularkan lewat kelelawar), MERS (diperkirakan ditularkan lewat unta), SARS (diperkirakan ditularkan lewat kelelawar) dan Monkeypox (diperkirakan ditularkan lewat monyet dan tikus).

 

Berita terkini hadir Yogyakarta yang berkonsentrasi pada penyebaran SARS Cov-2 satwa kelelawar. Tentunya mendeteksi lebih awal untuk dapat menghentikan penyebaran virus menjadi tanggung jawab seluruh pihak. Termasuk personil Resort Konservasi Wilayah Sleman Kota – Balai KSDA Yogyakarta bersama dengan Pengelola Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY)  lakukan pendampingan kepada petugas BPVet pada kegiatan surveilans deteksi dini SARS Cov-2 satwa kelelawar, Selasa (4/10/22). 

 

Kegiatan yang dilakukan mulai pukul 09.00 hingga pukul 11.30 WIB di kompleks PASTHY Yogyakarta dimaksudkan untuk mendeteksi dini terhadap potensi infeksi virus SARS Cov–2 pada hewan di lokasi sampling. Pengambilan sampel sendiri dilakukan di 3 (tiga) lokasi kios pedagang satwa kelelawar. Sampel-sampel tersebut selanjutnya akan diuji RT – PCR untuk mendeteksi Coronavirus dan dilanjutkan dengan deteksi SARS Cov–2. Pengujian akan dilakukan di laboratorium Balai Besar Veteriner Wates, Kulon Progo.

 

Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi mendukung penuh langkah yang dilakukan BPVet tersebut. “Pandemi covid -19 saat ini memang sudah mereda. Meskipun demikian kita tetap perlu waspada mengingat adanya potensi zoonosis dimana penularan penyakit dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan sebaliknya penularan penyakit dapat ditularkan dari manusia ke hewan. Deteksi dini ini penting untuk dilakukan sebagai antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka akan dapat segera diambil solusi penyelesaian terbaiknya.” kata M. Wahyudi.

Related News