• 19 April 2024

Hama Patek dan Lalat Buah Serang Cabai

Jagadtani - Petani di Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah resah atas merebaknya organisme pengganggu tanaman berupa hama yang menyerang tanaman cabai.

Petani setempat, Ari Sulami (60), mengatakan, sejumlah hama yang menyerang tanaman cabai yakni jamur patek dan lalat buah. Akibat serangan hama ini menyebabkan cabai mudah busuk sehingga tidak bisa dipanen.

"Saat ini baru ada jamur terutama patek. Sudah dua pekan ini sejak hujan terus menerus. Cabai mengering dan membusuk. Petani resah semua di sini. Selain hama patek juga ada lalat buah," ujarnya, Sabtu (4/3/2023).

Ari mengatakan, cabai yang ditanam di lahan seluas sekitar 2000 meter persegi, sekitar 30 - 40 persen telah terserang hama patek dan lalat buah. Kondisi ini mempengaruhi hasil panen.

"Lahan 2000 meter persegi ini kalau normal tidak ada serangan hama bisa panen lebih dari 1 kuintal, bahkan bisa sampai 2 kuintal. Tapi kalau ada hama seperti ini jadi menurun jauh," ujarnya.

Ari mengatakan, sebagai upaya agar serangan hama patek dan lalat buah tidak meluas, ia mengoptimalkan untuk penyemprotan. Upaya itu cukup manjur karena tanaman cabai bisa tetap berbuah.

"Pengocoran sampai pengobatan saya program tiga kali dalam satu Minggu. Mulai dari tipe satu, dua, tiga. Alhamdulillah ini sudah mengering dan mulai tumbuh lagi hijau-hijau," ujarnya.

Terkait harga cabai di tingkat petani, Ari mengatakan, pada panen raya kali ini harga cukup bagus yakni Rp 45.000 per kilogram. Hasil panen ia setorkan ke pasar-pasar tradisional di Klaten, Solo, dan Yogyakarta.

"Rata-rata di sini dari petani harga cabai Rp 45.000 per kilogram. Harga ini saya rasa cukup lumayan, sedang-sedang saja," imbuhnya.

Related News