• 23 February 2024

KKP Tingkatkan Produk Ikan Kakap Aceh

uploads/news/2023/05/kkp-tingkatkan-produk-ikan-39408909fe492c6.jpeg

Permintaan ikan Kakap di Aceh mulai menunjukan peningkatan sehingga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya memenuhi melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB).

Langkah dalam memenuhi kebutuhan ikan kakap di Aceh, pihak DJPB menghadirkan program bantuan benih ikan kakap putih berkualitas.

Program tersebut bertujuan menjamin benih yang beredar memenuhi standar kualitas yang baik, Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee sebagai perpanjangan tangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) DJPB terus memproduksi benih ikan kakap putih dengan mengacu pada Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB).

Benih itu kemudian disalurkan ke Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) yang ada di wilayah kerjanya. Langkah kongkrit tersebut digulirkan juga bertujuan untuk memupuk semangat para pembudidaya ikan dalam mengembangkan usahanya.

Manijo, Kepala BPBAP Ujung Batee menyatakan, sejak bulan Januari hingga April 2023 jumlah bantuan benih ikan kakap putih di Provinsi berjuluk Serambi Mekah itu sudah tercapai sebanyak 178.900 ekor atau 54,98%. Sementara targetnya di tahun ini adalah 325.396 ekor.

Adapun untuk pendistribusian benih ikan yang dikenal juga dengan sebutan ikan barramundi itu sudah dilaksanakan di Kabupaten Simeulue, Aceh Barat Daya, dan Aceh Timur. Dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 16 kelompok, dalam setiap kelompoknya terdiri dari 10 anggota.

Manijo menyebut, dipilihnya Aceh sebagai lokasi untuk budidaya ikan kakap putih sebab areal tambak di wilayah ini masih cukup luas. “Dengan adanya stimulan bantuan benih kakap putih, kami berharap ke depan dapat memunculkan pengusaha-pengusaha baru di bidang perikanan budidaya. Harapannya juga benih ikan yang sudah disalurkan bisa dipelihara dengan baik sehingga ikan dapat tumbuh menjadi besar dan bisa dipanen sesuai harapan dan berkelanjutan,” ujar Manijo. 

Selain benih, lanjut Manijo, dukungan lain yang diberikan ke pembudidaya yaitu berupa konsultasi teknis, pengawasan dan monitoring terhadap kesehatan ikan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu menjelaskan, ikan dengan nama latin Lates calcarifer ini merupakan salah satu jenis ikan laut yang mempunyai prospek cukup baik, terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun ekspor, seperti ke Timur Tengah, Eropa, Australia dan Amerika Serikat.

Maka dari itu, ketersediaan benih berkualitas secara kontinyu dalam jumlah yang cukup, serta bebas dari penyakit perlu terus digalakkan ke masyarakat. Dengan begitu, produktivitas budidaya kakap putih bisa meningkat.

“Salah satu yang menjadi poin utama dalam peningkatan produksi yaitu dengan menjaga benih berkualitas. Penyebaran benih berkualitas juga penting dilakukan agar ikan kakap yang dibudidaya bisa dipanen dengan maksimal, yang akhirnya kesejahteraan masyarakat bisa terwujud, pendapatan negara juga meningkat,” jelas Tebe, panggilan akrabnya.

Menurut Tebe, dalam rangka mendongkrak produktivitas ikan kakap putih, langkah lainnya yang tengah dijalankan dalam mendukung para pembudidaya yaitu memberi dukungan teknologi dan pelaksanaan sertifikasi CBIB, CPIB, CPPIB, monitoring residu, pakan ikan mandiri, serta sarana dan prasarana.

Selain itu, pendampingan ke masyarakat pembudidaya ikan kakap putih secara berkala dan terukur terus dilakukan. KKP juga akan terus mendukung suplai benih berkualitas melalui penataan sistem logistik benih di sentra produksi budidaya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan, ikan kakap punya potensi besar bila dikembangkan secara maksimal, sehingga menjadi salah satu komoditas andalan ekspor perikanan. Dengan permintaan yang semakin meningkat, KKP terus berupaya mendorong produksi budidaya ikan kakap.

Related News