• 21 July 2024

Ternak Babi di Parimo Positif Virus ASF

Jagadtani - Ribuan hewan ternak babi yang mati mendadak di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terkonfirmasi positif African Swine Fever (ASF).

"Berdasarkan uji laboratorium di Balai Besar Veteriner, Maros, Sulawesi Selatan, yang kami terima, hasilnya positif ASF," ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Parimo, Normawati Said.

Untuk itu, pihak pemerintah setempat menyarankan peternak harus mengosongkan kandang agar virus tidak menjangkit ke ternak babi yang masih sehat.

Ternak Babi di Parimo Positif Virus ASF"Ternak Babi di Parimo Positif Virus ASF"

Selain itu peternak juga diminta menyemprotkan disinfektan secara berskala selama dua bulan, agar dapat memurut rantai penyebaran. Bahkan, peternak diminta untuk tidak menjual ternaknya ke luar daerah.

"Sebaiknya melakukan isolasi untuk mengantisipasi penularan, sebab berdasarkan edaran Bupati Parimo, peternak dilarang mendistribusikan ternak ke luar daerah," tegasnya.

"Sebaiknya, ternak yang sakit segera dipotong, dan harus dikubur atau tak membiarkan bangkai hewan dibuang ke sungai," imbuhnya.

Ia berharap peternak bisa melalukan apa yang disarankan oleh pemerintah. Pasalnya, hingga saat ini, belum ditemukan vaksin atau obat yang dapat menangkal serangan virus tersebut.

Jika virus tersebut telah menyerang satu ekor ternak babi, maka akan cepat menular ke ternak babi lainnya.

"Tingkat penyebaran virusnya pun sangat cepat. Sehingga, menyebabkan ribuan babi milik perternak di tiga kecamatan di Kabupaten Parimo, mati secara mendadak," jelasnya.

Ia menegaskan, matinya ribuan ternak tersebut bukan dikarenakan flu babi yang diindikasikan dapat menular ke manusia. Sebab hal itu telah mendapat penjelasan dari sejumlah dokter hewan.

Babi di Parimo Positif Virus ASF"Babi di Parimo Positif Virus ASF"

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Masnuri mengungkapkan, berdasarkan data terbaru, hingga saat ini jumlah ternak babi yang mengalami sakit sebanyak 11.462 ekor, dan yang mati sebanyak 1.582 ekor.

Sedangkan, ternak yang dijual dan potong paksa dalam kondisi sakit, sebanyak 16.576 ekor, dan tervaksin sebanyak 4.380 ekor.

"Data ini, yang kami terima dari dokter hewan di Kabupaten Parimo. Ternak yang terserang virus terdapat di Kecamatan Torue, Balinggi dan Sausu," tandasnya. 

Related News