• 20 April 2024

Himakua-IPB, Lahan Kosong Jadi Cuan Di Bogor

uploads/news/2023/07/ppk-ormawa-himakua-ipb-sulap-kolam-20144c7b344dda6.jpeg

'Himpunan Mahasiswa Akuakultur IPB 'menyulap' lahan kosong tak terpakai menjadi kolam ikan menjadi ladang cuan di Bogor.'

Jagadtani - Terrgabung dalam tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Akuakultur (Himakua) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), melaksanakan kegiatan di Desa Purwasari, kecamatan Dramaga, kabupaten Bogor.

Hasilnya lahan kosong yang tidak digunakan, kini diubah menjadi kolam ikan dan dapat dimanfaatkan oleh warga setempat.

Surya Baskara, selaku ketua tim PPK Ormawa Himakua mengungkapkan pembuatan kolam ikan tersebut merupakan bagian ikhtiar dalam mewujudkan ekonomi masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera. Selain itu, program ini juga disesuaikan dengan potensi yang ada yakni budidaya ikan. 

“Biasanya warga di sini cenderung lebih membudidayakan ikan konsumsi daripada ikan hias, misalnya seperti nila, tawes, bawal, lele, mujaer, dan gurami,” ujar Oji selaku warga Desa Purwasari (01/07).

Lebih lanjut, Oji mengatakan bahwa potensi ikan nila masih cukup tinggi sehingga dinilai relevan untuk dikembangkan. Pihak desa juga dipastikan akan berupaya memberikan dukungan.

"Pihak desa akan terus berupaya untuk berpartisipasi dan mendampingi terus budi daya ini mulai dari pembuatan kolam, teknik budidaya, maintenance hingga proses pemasaran.” pungkasnya.

Program ini memang sangat cocok dengan kondisi lingkungan desa. Yusuf, Kepala Desa Purwasari mengatakan, “Ketersediaan air yang melimpah menjadi nilai plus pemanfaatan budi daya ikan. Selain itu, agar potensi yang ada bisa berjalan lebih optimal, maka perlu adanya pengelolaan yang baik. Untuk itulah, desa juga menyiapkan dukungan infrastruktur yang rencanamya akan dibangun ruangan yang nantinya untuk tempat perlengkapan budi daya serta pembangunan saung yang harapannya sebagai tempat ngopinya para warga.”

Total kolam yang akan disiapkan yaitu sebanyak dua kolam. Satu kolam tersebut digunakan sebagai pemeliharaan induk ikan nila berukuran 15 m x 10 m dengan kedalaman sekitar 1,5 m.

Induk ikan nila yang ditebar sekitar 40 ekor dengan perbandingan 1:3 untuk jantan dan betina. Proses pembuatan kolam tersebut sudah berjalan selama kurun waktu 3 hari dibantu oleh warga Desa Purwasari.

“Jika nantinya kegiatan ini berhasil, kami akan ekspansi lebih luas untuk pembuatan kolam serupa di desa-desa sekitar yang lain. Untuk sementara ini, kami fokus di RW 01 dan RW 07,” kata Surya Baskara.

Harapan serupa juga dilontarkan Kepala desa Purwasari, masyarakat tertarik dengan kegiatan ini dengan mulai datang setiap sore untuk sekedar nongkrong atau melihat-lihat kegiatan di kolam maupun saung.

"Artinya sudah ada benih-benih penasaran dari warga. Tinggal kita tunjukkan saja hasilnya nanti,” ujar Yusuf selaku kepala Desa Purwasari

Related News