• 21 April 2024

Ngopi Bareng Mahasiswa IPB Bahas Ikan Nila

uploads/news/2023/07/ipb-16509639e2c57d3.jpeg

Ajang diskusi yang lebih bersifat ngobrol santai antara mahasiswa IPB bersama warga Purwasari ini, disebut 'Ngopi' atau Ngobrolin Purwasari. Memang dalam bincang santai tersebut, pembahasan seputar desa Purawasri dengan topik utama tentang ikan Nila yang berada di kecamatan Dramaga, kabupaten Bogor (24/06).

Para mahasiswa IPB University tersebut tergabung dalam tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University bersama tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat melakukan diskusi bersama warga desa Purwasari terkait keberlanjutan pengembangan ikan nila sebelumnya.

Dalam budidaya ikan nila, penerapan teknologi sex reversal pada program sebelumnya, nyatanya masih menemui kendala. Kurang optimalnya hasil produktivitas pembenihan menjadi momok permasalahan yang ada di desa tersebut. Untuk itu, PPK Ormawa HIMAKUA membawa program smart farming melalui penerapan teknologi inkubasi telur sebagai salah satu alternatif solusinya. 

PPK Ormawa tersebut berasal dari multidisiplin ilmu yang diketuai oleh Surya Baskara dibawah bimbingan dosen Teknologi dan Manajemen Perikanan Budidaya IPB University, Wildan Nurrussalam, S.Pi., M.Si.

“Segmentasi pembenihan menjadi salah satu fase kritis pada budidaya ikan termasuk nila, aplikasi teknologi inkubasi telur yang sebelumnya dilakukan saat pembelajaran di kampus terbukti dapat meningkatkan jumlah tetas telur dibandingkan pemijahan alami.” ujar Surya Baskara.

Diharapkan dengan teknologi inkubasi telur pada ikan nila dapat meningkatkan hasil budidaya, terlebih belum ada kelompok tani Desa Purwasari yang mengetahui dan menerapkan teknologi inkubasi telur tersebut. 

Adanya kegiatan yang berkesinambungan dari PPK Ormawa Himakua 2022 sebelumnya terkait budidaya ikan nila monoseks kemudian dilanjutkan PPK Ormawa Himakua 2023 dengan smart farming tentu saja besar harapannya dapat menjadikan Desa Purwasari menjadi pusatnya produksi ikan nila. 

Kegiatan ini mendapat tanggapan yang positif dari warga setempat khususnya Kepada Desa Purwasari. “Pemberdayaan SDM yang kurang menjadi salah satu kendala majunya desa ini. Kegiatan ini dapat menjadi peluang yang bagus bagi masyarakat yang nantinya dapat memberikan nilai tambah khususnya untuk menunjang kebutuhan pangan masyarakat Desa Purwasari” kata Bapak Yusuf selaku kepala Desa Purwasari.

Perluasan target masyarakatpun dilakukan yang tadinya kegiatan berpusat pada RW 01 dan RW 07 kemudian menyasar kelompok-kelompok pemuda seperti Kelompok Mina Mekarsari, Kelompok Mina Bakti dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang harapannya pemuda-pemuda inilah yang nantinya akan menjadi pionir mewujudkan Desa Purwasari sebagai Desa Mandiri central budidaya ikan nila. 

Related News