• 27 February 2024

Pelepasan Satwa Liar Papua Demi Keseimbangan Ekosistem

uploads/news/2023/10/pelepasan-satwa-liar-papua-4599799e19a1998.jpg

Begitu besar peran satwa liar dalam membantu keseimbangan ekosistem, walau tanpa disadari ekosistem yang baik memberikan dampak positif bagi manusia. Namun, tentu saja tetap membutuhkan dukungan dari manusia. 

Demi keseimbangan ekosistem, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melepasliarkan satwa pada Kamis (26/10). Lokasi lepas liar adalah hutan sekitar Cagar Alam Pegunungan Cycloop, wilayah administratif Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.

Kapokja Perencanaan, Perlindungan, dan Pengawetan, pada BBKSDA Papua, Taufik Mubarak, merinci jenis-jenis satwa yang dilepasliarkan. Keseluruhannya berjumlah 29 ekor, terdiri atas 5 ekor cenderawasih kuning kecil (Paradisaea minor), 2 ekor kakatua koki (Cacatua galerita), 6 ekor perkici kelapa (Trichoglossus haematodus), 10 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory), 3 ekor kadal papua (Varanus sp), 1 ekor boa tanah (Candoia aspera), 1 ekor buaya irian (Crocodylus novaeguineae), dan 1 ekor kuskus (Phalanger orientalis). 

“Semua satwa dalam kondisi sehat dan layak dipelasliarkan,” ujar Taufik. Ia juga menyampaikan, bahwa satwa-satwa tersebut sebagian merupakan hasil pengamanan, dan sebagian lagi merupakan penyerahan dari masyarakat secara suka rela. Taufik mengharapkan akan semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran menjaga satwa liar di habitat alaminya.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Lantamal X Jayapura, Brigadir Jenderal Marinir Ludy Prastyono, mengungkapkan rasa takjub dapat turut serta melepasliarkan cenderawasih ke habitat alaminya.

“Banyak upaya yang harus kita lakukan. Semua pihak perlu komitmen menjaga dan mengamankan satwa yang dilindungi. Lantamal X Jayapura siap mendukung dan bekerja sama untuk melakukan ini semua. Bukan sekadar melakukan, misalnya pemeriksaan lalu difoto. Bukan sekadar itu, tetapi harus ada hasil yang nyata,” ungkap Ludy. 

Sementara itu, tokoh adat Kampung Asei Kecil, Robert Pepuho, menyampaikan bahwa mata air di lokasi lepas liar merupakan satu-satunya yang dapat menyuplai kebutuhan masyarakat sekitar. Ia mengimbau kepada semua pihak agar berperan aktif menjaga hutan, sehingga mata air tersebut tetap mengalir secara berkelanjutan. Selain itu, menjaga hutan juga termasuk menjaga habitat satwa liar sehingga kehidupannya dapat terjamin.

Kepala BBKSDA Papua, A.G. Martana, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya lepas liar satwa, juga pihak-pihak yang berhasil mengamankannya. 

“Sejauh ini kerja sama para pihak dalam pengendalian peredaran satwa liar Papua yang dilindungi sudah berfungsi cukup baik. Banyak keberhasilan dalam menggagalkan tindak ilegal satwa liar selama tahun 2023. Sudah banyak juga satwa hasil pengamanan yang dilepasliarkan. Harapan ke depan, semoga kesadaran kita semakin baik akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga tidak ada lagi tindak ilegal satwa liar Papua yang dilindungi.” Demikian ungkap Martana.

Kegiatan lepas liar ini melibatkan banyak pihak yang terdiri dari Direktorat Reskrimsus Polda Papua, Lantamal X Jayapura, Lanud Silas Papare Jayapura, Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura, Kepolisian Sektor KPPP Laut Jayapura, SPKKL Jayapura, KSOP Jayapura, PT Pelindo Jayapura, Balai PKHTL Wilayah X Jayapura, BPDAS Memberamo, BPHL Wilayah XV Jayapura, Seksi Wilayah III Jayapura BPPHLHK Maluku Papua, Seksi Wilayah II Jayapura BPPI Maluku Papua, dan Seksi Wilayah III BPSKL Maluku Papua.

Related News