• 27 February 2024

Food Estate Humbahas Jadi Perhatian Dua Kementerian

uploads/news/2023/11/food-estate-humbahas-jadi-30977eb84554b9e.jpg

Kelanjutan Food Estate kembali menjadi perhatian, kali ini datang dari Stafsus Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Lambock V Nahattands, Hernando Wahyono, Nina Hendiarti, serta Bupati Humbang Hasundutan Dosman Banjarnahor.

Keduanya datang menemui Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman guna membahas kelanjutan pengembagan Food Estate di Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.

Food Estate Humbahas telah diolah sejak tahun 2022 dan berfokus pada tanaman hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, kentang, kubis, dan cabai. Di bulan Juni 2023, total akumulasi luas tanam di Food Estate Humbahas telah mencapai 482,84 hektare.

“Kita akan melanjutkan pembangunan Food Estate. Tim ahli pertanian akan turun besok bersama dengan tim Menko Marves untuk meninjau lapangan. Nanti mereka kembali memberitahu hasilnya apa, kemudian kebijakan apa yang harus kita ambil supaya bisa lebih cepat produksi,” kata Mentan Amran usai pertemuan tersebut di Kantor Pusat Kementan, Senin (20/11)

Menurut data Pemerintah Daerah Kabupaten Humbahas, total produksi Food Estate Kabupaten Humbang Hasundutan telah mencapai 392 ton kentang dan 165 ton bawang merah, kubis sebesar 294 ton, cabai sebesar 271 ton, jagung sebesar 93 ton, tomat sebesar 26 ton, dan bawang putih sebesar 13 ton. Saat ini kata Amran, Kementan, Kemenko Marves dan pemerintah daerah Humbahas akan fokus untuk mengembangkan komoditas cabai untuk produksi secara masif di Food Estate Humbahas. 

“Rencananya akan tanam cabai. Nanti kita akan disuplai lahan 100 sampai 200 hektare. Sementara itu bibit tanaman akan diberikan gratis oleh Kementerian Pertanian,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran memandang positif perkembangan Food Estate di Humbahas. Ia yakin, dengan kerjasama dari Kementerian Pertanian, Menko Marves dan Pemerintah Daerah Humbahas maka program Food Estate akan sukses.

“Insyallah tahun ketiga sudah swasembada. Tahun pertama kita bisa menekan impor, tahun kedua produksi sudah membaik, dan tahun ketiga paling lambat sudah swasembada,” pungkas Amran.

Related News