• 28 February 2024

Lima Tanaman Buah Cocok Urban Farming Polybag

Jagadtani - Konsep bertani dengan mengandalkan sistem urban farming dengan polybag atau tabulampot makin digemari masyarakat perkotaan. Selain dapat menghasilkan buah-buahan, dari segi estetika dapat mempercantik sudut rumah. 

Terlebih tanaman yang dipilih dapat menghasilkan buah-buahan sehingga masa panen menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sahabat Tani. 

Sedang untuk media tanam yang digunakan biasa lebih disarankan menggunakan tabulampot atau polybag karena mudah dipindahkan hingga diatur sedemikan rupa.

Tanaman yang dapat ditanam pada polybag atau tabulampot "Tanaman yang dapat ditanam pada polybag atau tabulampot "

Sebenarnya cukup banyak tanaman buah-buahan yang dapat ditanam dengan metode urban farming. Namunu ntuk tahun 2024, tim Jagadtani akan memberikan lima Tanaman buah yang akan digemari atau viral.

Tanaman buah viral untuk urban farming adalah

Pohon Anggur

Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas seperti pekarangan rumah, tanaman anggur dapat tumbuh subur hingga berbuah. Bahkan berbagai jenis anggur telah ditanam pada media tabulampot dan polybag dapat berbuah dengan sempurna.

Perawatan dan terhindar dari curah hujan menjadi kunci keberhasilan dalam merawat tanaman anggur. Selain buah yang dihasilkan dapat dinikmati, pohon anggur yang berbuah menambah kesan asri pada pekarangan rumah.

Keunggulan pohon anggur adalah dapat dipanen selama masih terjaga kesuburannya. Bahkan usia pohon anggur dapat mencapai ratusan tahun.

Tanaman melon import 

Sebelumnya tanaman buah melon memang kerap ditemui diperkebunan, namun telah banyak yang berhasil menanam hingga berbuah dengan sistem urban farming pada polybag.

Sepertinya buah anggur, tanaman melon import juga membutuhkan area rambatan agar dapat tumbuh subur. Namun tanaman melon membutuhkan asupan air yang lebih banyak dibandingkan anggur sehingga harus diperhatikan agar tidak kekeringan. 

Buah melon import mulai dapat dipanen setelah berusia tiga bulan. Setelah masa panen, ada baiknya mengganti dengan tanaman baru agar menjaga produktivitas.

Pohon buah markisa 

Pohon markisa memang dapat tumbuh seperti tanaman keras, namun banyak yang telah berhasil mengembangkan tanaman merambat dengan pekarangan rumah mengunakan media tanam pada polybag atau tabulampot.

Dapat tumbuh subur pada iklim tropis dan sub-tropis membuat tanaman markisa dapat dijadikan sebagai tanaman di urban farming. Buah markisa baru dapat dipanen setelah usianya di atas 80 hari.

Untuk mendapatkan bibitnya, Sahabat Tani dapat membeli melalui di toko pertanian maupun market place.

Pohon jeruk santang

Dengan tinggi berkisar 60 cm, pohon jeruk santang juga dapat dijadikan tanaman pada urban farming. Buah jeruk santang yang berwarna kuning membuat tampilan pekarangan rumah akan semakin menarik. 

Pohon jeruk santang dapat ditanam pada media tanam tabulampot. Menurut mitos, tanaman jeruk yang ditanam dikedua sisi rumah dapat memberikan energi positif. 

Sebagai salah satu varietas jeruk yang berasal dari Cina, pohon jeruk santang akan mulai berbuah setelah memasuki usia 8 - 12 bulan pada polybag.

Tanaman buah cabai

Masih ingat dengan anjuran pemerintah yang meminta masyarakat menanam cabai di rumah? Tentunya sangat wajar untuk mengatasi inflasi seiring kenaikan harga cabai. 

Menanam cabai tergolong mudah dan tidak membutuhkan lahan yang luas, cukup menggunakan polybag atau pun tabulampot. Dengan menggunakan pot atau polybag, pohon cabai dapat tumbuh subur hingga menghasilkan buah yang dapat dinikmati. 

Pohon cabai sendiri mulai dapat dipanen setelah berusia 3 bulan setelah disemai. Menurut penelitian, pohon cabai juga dapat dipanen sebanyak tiga puluh kali atau dapat berusia hingga 2 - 3 tahun dengan perawatan yang baik. 

Dengan lima tanaman buah yang dapat dijadikan pilihan pada urban farming, tentunya selain melakukan penghijauan maka akan mendapatkan buah-buahan dari hasil panennya. 

Bagaimana, Sahabat Tani akan memulai bercocok tanam ? 

 

 

Related News