• 1 March 2024

Pemanfaatan Energi Matahari Dalam Mendukung Sektor Pertanian

uploads/news/2024/02/pemanfaatan-energi-matahari-dalam-564021e9c707038.jpeg

Jagadtani - Perkembangan teknologi pada dunia pertanian dapat menunjang hasil panen yang melimpah. Namun tentunya biaya selalu menjadi polemik tersendiri, terlebih dalam kebutuhan daya listrik untuk menjalankan mesin air pada tambak ikan atau sistem bioflok.

Sebenarnya dengan memanfaatkan energi matahari sebagai alternatif energi telah menjadi fokus utama dalam upaya mengatasi tantangan global terkait keberlanjutan energi dan perubahan iklim. Kebutuhan sumber listrik dalam menjalankan mesin air pada budidaya ikan sistem bioflok dapat terpenuhi dengan bantuan solar panel.

Energi matahari merupakan sumber daya yang tak terbatas dan memiliki potensi besar untuk menghasilkan listrik secara bersih dan terbarukan. pemanfaatan energi matahari secara luas diharapkan dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s), khususnya SDG’s nomor 7 yang menargetkan Energi Bersih dan Terjangkau.

Energi matahari diperoleh melalui radiasi matahari, yang merupakan sinar-sinar cahaya yang dipancarkan oleh matahari. Proses ini dapat diubah menjadi energi listrik melalui teknologi fotovoltaik yang terdapat pada panel surya (Usman, 2020). Dalam menghadapi krisis energi global dan meningkatnya kebutuhan akan listrik, pemanfaatan energi matahari sebagai alternatif menjadi semakin mendesak. Dengan menjadikan matahari sebagai sumber energi utama, kita dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang tidak hanya terbatas, tetapi juga berkontribusi pada emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim.

Salah satu keuntungan utama dari pemanfaatan energi matahari adalah keberlanjutannya. Matahari adalah sumber daya yang tidak akan habis dalam jangka waktu yang dapat diukur manusia (Yuwono et al., 2021). Sebagai negara dengan iklim tropis yang melintasi garis khatulistiwa, Indonesia memiliki keberuntungan besar karena matahari bersinar sepanjang tahun. Pemanfaatan energi matahari di Indonesia dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan energi listrik, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur listrik konvensional.

Pemanfaatan energi matahari juga berperan dalam mengurangi dampak negatif dari pembangkit listrik konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil. Pemanfaatan energi matahari dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, yang merupakan penyebab utama perubahan iklim. Dengan beralih ke sumber energi yang bersih dan terbarukan, masyarakat dapat ikut serta dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Selain keberlanjutan, aspek ekonomi juga menjadi pertimbangan penting dalam pemanfaatan energi matahari. Biaya pengembangan dan instalasi panel surya telah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, membuatnya lebih terjangkau bagi masyarakat umum. Investasi dalam teknologi energi matahari tidak hanya memberikan keuntungan jangka panjang dalam hal penghematan biaya listrik, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru dalam industri energi terbarukan.

Penting untuk mencatat bahwa pemanfaatan energi matahari bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur pembangkit listrik, tetapi juga melibatkan edukasi dan kesadaran masyarakat. Program-program edukasi yang menyasar masyarakat mengenai manfaat dan cara penggunaan energi matahari dapat menjadi kunci keberhasilan dalam mengadopsi teknologi ini secara luas. Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat, diharapkan akan terjadi pergeseran paradigma dalam penggunaan energi menuju sumber daya yang lebih berkelanjutan.

Namun, meskipun potensinya besar, tantangan dalam pemanfaatan energi matahari juga perlu diatasi. Infrastruktur dan kebijakan yang mendukung peralihan ke energi matahari perlu dikembangkan lebih lanjut. Ketersediaan teknologi yang efisien dan biaya yang terjangkau masih menjadi kendala dalam skala besar. Oleh karena itu, diperlukan dukungan penuh dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan energi matahari.

Perancangan dan Pemasangan Instalasi Panel Surya

Perancangan dan pemasangan instalasi panel surya merupakan tahapan krusial dalam implementasi penggunaan lampu solar panel untuk penerangan di halaman rumah. Langkah-langkah yang terlibat dalam perancangan ini mencakup sejumlah aspek teknis yang perlu diperhatikan guna memastikan sistem beroperasi secara optimal dan efisien.

Pertama-tama, pemilihan lokasi yang optimal untuk penempatan panel surya menjadi langkah awal yang sangat penting. Lokasi yang terpapar sinar matahari secara langsung sepanjang hari akan memaksimalkan penyerapan energi surya (Fauzi Wibowo & Rokhmat, 2019). Analisis intensitas dan durasi cahaya matahari di lokasi tersebut akan membantu menentukan jumlah panel surya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan penerangan.

Setelah lokasi optimal ditentukan, penentuan jumlah dan jenis panel surya menjadi aspek berikutnya. Panel surya tersedia dalam berbagai tipe dan kapasitas, dan pemilihan yang tepat akan sangat mempengaruhi kinerja keseluruhan sistem. Keberhasilan perancangan ini juga sangat tergantung pada pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan energi harian di lokasi yang bersangkutan. Perhitungan matang mengenai beban penerangan yang diinginkan akan membantu menentukan kapasitas total panel surya yang dibutuhkan untuk memastikan kelancaran operasi sistem.

Tak hanya itu, perancangan instalasi panel surya juga mencakup perhitungan kapasitas baterai sebagai penyimpan energi. Baterai diperlukan untuk menyimpan energi yang dihasilkan oleh panel surya selama periode sinar matahari tidak tersedia, seperti pada malam hari atau saat cuaca mendung. Perhitungan yang cermat tentang kapasitas baterai akan memastikan ketersediaan energi yang cukup selama periode tanpa sinar matahari, sehingga penerangan di halaman rumah dapat berlangsung tanpa hambatan.

Selanjutnya, penggunaan kontroler atau pengendali energi menjadi aspek penting dalam perancangan instalasi panel surya. Kontroler ini berfungsi untuk mengatur dan mengontrol proses pengisian daya baterai dari panel surya serta mengatur penggunaan energi secara efisien. Dengan penggunaan kontroler yang tepat, dapat dihindari overcharging atau overdischarging pada baterai, yang dapat merugikan daya tahan baterai dan kinerja keseluruhan sistem. Keberadaan kontroler yang efisien juga dapat meningkatkan umur pakai baterai dan mengoptimalkan pemanfaatan energi yang dihasilkan oleh panel surya.

Langkah terakhir dalam perancangan adalah pemasangan fisik panel surya, baterai, dan kontroler. Posisi panel surya harus diatur sedemikian rupa agar dapat menangkap sebanyak mungkin sinar matahari. Selain itu, perlu dilakukan pemasangan yang aman dan tahan cuaca untuk memastikan keberlanjutan operasional dalam jangka panjang. Pemasangan kontroler dan baterai juga memerlukan perhatian khusus untuk memastikan konektivitas yang baik dan perlindungan terhadap cuaca ekstrem atau potensi pencurian.

Perancangan dan pemasangan instalasi panel surya tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki dampak sosial dan lingkungan yang signifikan. Dengan menggunakan energi matahari sebagai sumber listrik utama, sistem ini dapat membantu mengurangi jejak karbon dan dampak negatif terhadap lingkungan. 

Daftar Pustaka

Altim, M. Z., F, A., Syarifuddin, A., Kasman, K., & Suyuti, S. (2023). PELATIHAN DAN IMPLEMENTASI PANEL SURYA UNTUK PENERANGAN JALAN DESA DI BORISALLO GOWA. Community Development Journal?: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 8570–8577. https://doi.org/10.31004/CDJ.V4I4.19712

Fauzi Wibowo, F., & Rokhmat, M. (2019). EFEK PENEMPATAN PANEL SURYA TERHADAP PRODUKSI ENERGI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA CIRATA 1 MW. E-Proceeding of Engineering, 6(2), 5026–5033.

Usman, M. K. (2020). ANALISIS INTENSITAS CAHAYA TERHADAP ENERGI LISTRIK YANG DIHASILKAN PANEL SURYA. Power Elektronik?: Jurnal Orang Elektro, 9(2), 52–57. https://doi.org/10.30591/POLEKTRO.V9I2.2047

Yuwono, S., Diharto, ;, Nugroho, ;, Pratama, W., & Semarang, U. N. (2021). Manfaat Pengadaan Panel Surya dengan Menggunakan Metode On Grid. ENERGI & KELISTRIKAN, 13(2), 161–171. https://doi.org/10.33322/ENERGI.V13I2.1537

Related News