• 25 July 2024

Pemerintah Kota Solo Melarang Perdagangan Daging Anjing dan Kucing

uploads/news/2024/02/pemerintah-kota-solo-melarang-52577b60b16cf50.jpeg

"Gibran Rakabuming yang akhirnya mengeluarkan SE Pelarangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing di Kota Solo, langsung mendapatkan apresiasi dari Koalisi Dog Meat Free Indonesia dan tetap mengawal untuk kelanjutan Peraturan Daerah (PERDA) dan Penegakannya!"

Jagadtani - Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) mengapresiasi Pemerintah Kota solo yang telah mengeluarkan SE (Surat Edaran) melarang perdagangan daging anjing di kota tersebut.

Langkah tersebut merupakan tanggapan atas kampanye intensif oleh DMFI yang mengungkap kekejaman terhadap hewan dan resiko terhadap Kesehatan manusia dari penyakit zoonosis seperti rabies.

Di Indonesia, lebih dari 1 juta anjing dan kucing yang tak terhitung jumlahnya dibunuh per tahunnya untuk dimanfaatkan daging mereka, kebanyakan dari hewan ini berasal dari hewan curian, hewan yang diambil dari jalanan dan dengan ilegal diperjualbelikan melalui perjalanan panjang Nan nelelahkan untuk memenuhi permintaan lokasi hotspot/ lokasi yang paling banyak peminat konsumsi daging anjing.

Banyak dari anjing - anjing ini meninggal dalam perjalanan akibat kepanasan, dehidrasi, atau cedera saat mereka ditangkap dan diangkut. Dan hewan yang masih bertahan akan dibawa ke rumah jagal untuk dibantai secara asal-asalan, dengan cara dipukuli dan dibunuh di hadapan sesama mereka.

Investigasi yang dilakukan oleh tim DMFI menjelaskan bahwa di Solo, sekitar 13.000 anjing per bulan akan dijagal untuk dagingnya. Lebih dari 95% dari anjing-anjing ini berasal dari wilayah provinsi Jawa Barat, dimana rabies masih menjadi endemik.

Daging anjing tersebut dapat ditemukan dan dijual di sekitaran Solo Raya termasuk di Kota Solo.

Karena itu Koalisi DMFI memberi Apresiasi terhadap walikota solo Gibran Rakabuming yang telah menandatangani SE pelarangan perdagangan daging anjing di Kota Solo. Ini menjadi momentum untuk melindungi kesehatan Masyarakat, menghentikan kekejaman perdagangan ini dan menciptakan generasi bangsa yang lebih welas asih dan beradab.

Related News