• 20 April 2024

Mengintip Pesona Kantong Semar di TWA Danau Sicike-cike

uploads/news/2024/02/mengintip-pesona-kantong-semar-88702907895888a.jpg

Kantong Semar (Nepenthes) atau dalam bahasa lokal daerah kabupaten Dairi disebut 'Tahul-tahul. Di kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Danau Sicike-cike, Tahul-tahul atau Kantong Semar sangat banyak bertumbuhan. Tentunya kehadiran tumbuhan tersebut memberikan pesona tersendiri bagi pengunjung Taman Wisata Alam (TWA) Danau Sicike-cike, Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi - Sumatera Utara.

Kantong Semar yang berada di TWA Danau Sicike-cike terlihat tumbuh berserakan di antara rerumputan dan juga merambat  bergantungan di beberapa pohon. Dengan beragam bentuk dan warna, tentunya dapat memanjakan mata pengunjung sehingga banyak yang mengabadikan melalui kamera pribadinya. Seakan perjalanan wisata alam ke TWA. Danau Sicike-cike tidak sah tanpa dokumentasi tumbuhan yang mempesona ini. Meskipun tidak bisa memetik dan membawanya pulang, tapi dengan dokumentasi sudah cukup terpuaskan dan serasa sudah memilikinya.

Kantong semar merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam tanaman karnivora dan tergolong dalam family Nepenthaceae. Di Indonesia, Kantong Semar tumbuh tersebar di pulau Kalimantan dan Sumatera. TWA Sicike-cike merupakan salah satu kawasan yang menjadi rumah (habitat) dari tumbuhan ini. Ada  dua jenis Nepenthes di TWA Sicike-cike yaitu Nepenthes tobaica dan Nepenthes spectabilis. Kedua jenis Nepenthes ini termasuk jenis tumbuhan yang dilindungi undang-undang sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Sebagai tumbuhan yang digolongkan  ke dalam carnivorus plant menjadikannya unik karena tumbuhan pemakan serangga. Serangga-serangga kecil menjadi makanan sehari-hari. Warna kantong dan nektar menjadi daya tarik Kantong Semar membuat serangga mendekat dan terpeleset hingga masuk ke dalam cairan yang ada di dalam kantong.

Pesona yang indah dan keunikannya ternyata sebaliknya membawa malapetaka. Tumbuhan ini diburu oleh banyak orang untuk berbagai kepentingan, sehingga populasinya semakin berkurang. Menurut data IUCN Red List, sedikitnya 27 spesies Nepenthes kondisinya terancam, bahkan 4 di antaranya merupakan spesies dengan status Critically endangered dan 4 lainnya berstatus Endangered.

Dengan berkurangnya populasi, maka tanaman yang termasuk endemik ini terancam punah, sehingga perlu perhatian berbagai pihak (elemen/komponen) untuk memprioritaskan upaya perlindungan dan penyelamatan, bukan hanya tumbuhan Kantong Semar tetapi juga habitatnya. Dengan melindungi habitatnya, tentunya akan menjaga dan melestarikan tumbuhan yang unik dan langka ini. Salam lestari!

Related News