• 20 April 2024

Polairud Layani Kesehatan Nelayan dengan Klinik Apung

uploads/news/2024/03/polairud-layani-kesehatan-nelayan-78759ce14b9d5c2.jpg

Jagadtani - Nelayan merupakan bagian ter­penting da­ri masyarakat dalam memenuhi ke­butuhan protein bagi jutaan penduduk In­donesia.

Dalam mencari nafkah se­hari harinya, ma­sya­rakat nelayan tentunya ren­tan terhadap penyakit namun belum ditunjang dengan akses kesehatan yang berkualitas. Khususnya nelayan di kepulauan Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah.

Berangkat dari persoalan tersebut, Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) setempat mengambil langkah terobosan dengan mengadakan klinik apung untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat nelayan.

Polisi berseragam biru ini menggunakan metode jemput bola untuk memeriksa satu persatu kesehatan para penangkap ikan.

"Kami menye­dia­kan akses dan fasilitas supaya hak layanan ke­sehatan dasar masya­rakat nelayan bisa terpenuhi," kata AKP Muh. Natsir.

Dia menyebut, layanan yang diberikan antara lain pemeriksaan kesehatan, penimbangan berat badan, cek tensi dan gula darah. Klinik Apung juga menyediakan konsultasi kesehatan karena menurunkan satu orang dokter dari kepolisian.

"Kami juga memberikan obat-obatan, karena kebanyakan nelayan ini jarang kembali ke daratan, mereka hanya membongkar ikar ikan di dermaga, kemudian kembali lagi melaut,," jelasnya.

"Oleh karena itu berbagai kegiatan untuk peningkatan kesehatan nelayan perlu lebih diintensifkan dan dikem­bang­­kan secara terintegrasi," lanjutnya.

Data Indonesia mencatat per 5 April 2023, jumlah nelayan kurang lebih 1,27 juta jiwa. Dari jumlah itu, lebih dari 80 persen ada­lah nela­yan tradisional yang tinggal di pedesaan.

Banyak desa nelayan yang jauh dari puskesmas sehingga sulit mendapat­kan akses layanan kesehatan dasar. Selain itu tidak semua puskes­mas memiliki tenaga kesehatan yang me­ngetahui tentang pelayan penyakit aki­bat kerja ataupun kecelakaan kerja yang dialami oleh nela­yan.

"Klinik Apng ini juga sebenarnya mengoptimalkan kita dalam menjaga kamtibmas dan penegakan hukum, khususnya ilegal fishing," pungkasnya.

Related News