• 15 April 2024

Petani Jombang Lakukan Pengendalian Wereng Jelang Panen

uploads/news/2024/04/petani-jombang-lakukan-pengendalian-34039ecf20d920a.jpg

Menjelang masa panen, tentu perawatan tanaman wajib dilakukan demi menjaga kualitas maupun kuantitas hasil panen. Perawatan termasuk mengendalikan hama wereng, seperti yang diterapkan para petani dari Jombang, Jawa Timur.

Melalui Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan oleh Kelompok Tani Pandanwangi di Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Langkah tersebut dilakukan mengingat kondisi cuaca yang memasuki peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Tentunya kondisi tersebut dapat memicu munculnya serangan hama dan penyakit tanaman padi di beberapa wilayah.

Salah satu daerah yang belum lama dilaporkan pertanaman padinya terserang hama wereng batang coklat (WBC), yakni kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Menyadari kondisi ini, para petani yang tergabung dalam kelompok tani Pandanwangi Desa Pandanwangi, Kec. Jombang, Kab. Jombang bersama petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Penyuluh Pertanian setempat terus mengintensifkan gerakan pengendalian (gerdal) WBC dalam kurun waktu sebulan terakhir ini. Petani melakukan pengendalian secara serentak dengan mengaplikasikan bahan pengendali WBC di lahan yang sebelumnya dilaporkan terserang WBC dan sekitarnya.

Jainuri, POPT setempat, menuturkan bahwa petani didampingi petugas terus melakukan upaya pengendalian WBC supaya populasinya menurun. “Kami melakukan gerdal sesuai hasil pengamatan. Kurang lebih tiga hari kemudian kami kami amati dan evaluasi kembali, apakah masih diperlukan gerdal lanjutan atau tidak. Saat ini tanaman berumur sekitar 80 hari setelah tanam (hst) dan sebentar lagi akan panen. Jadi kami akan terus mengendalikan populasi WBC agar tidak terjadi migrasi ke pertanaman lain yang lebih muda,” terang Jainuri.

Koordinator POPT Kab. Jombang, Sutami mengungkapkan bahwa pemantauan populasi terus dilakukan untuk mengetahui perkembangannya di lapangan supaya tidak kecolongan. “Kami intensifkan pengamatan rutin untuk memastikan kondisi pertanaman aman. Kami juga rekomendasikan pengaturan pengairan dengan mengeringkan lahan sawah secara periodik agar iklim mikro pertanaman tidak mendukung perkembangan WBC,” jelas Sutami.

Sesuai hasil evaluasi gerdal yang telah dilakukan di Pandanwangi, terjadi penurunan populasi WBC di lapangan. Diharapkan tren penurunan populasi ini dapat terus berlanjut hingga panen nanti dengan hasil yang menggembirakan.

Dihubungi terpisah, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Rachmat menegaskan bahwa Kementerian Pertanian senantiasa berupaya mendampingi petani dalam mengamankan pertanamannya dari serangan hama dan penyakit sehingga dapat berkontribusi memberikan produksi yang optimal. “Petugas di lapangan telah kami instruksikan untuk selalu mengawal pertanaman pangan dari serangan hama penyakit tanaman. Kami juga tegaskan pentingnya bimbingan teknis pengendalian hama dan penyakit sesuai sistem pengelolaan hama terpadu (PHT) kepada petani sehingga upaya-upaya pengendalian yang kita lakukan bisa efektif, efisien dan ramah lingkungan,” tutur Rachmat.

Hal tersebut senada dengan yang disampaikan oleh Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan. “Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian bahwa upaya pengamanan produksi pangan dari serangan hama dan penyakit merupakan hal wajib agar produksi pangan nasional tetap terjamin aman, terutama di musim panen raya seperti saat ini. Kami juga sudah instruksikan kepada petugas di daerah untuk mendekatkan sarana pengendalian di lapangan sehingga upaya penanganan dapat segera dilakukan ketika terjadi serangan di lapangan,” tutup Suwandi

Related News