• 20 July 2024

Mengenal Penyakit SE, Penyebab Kematian Ratusan Kerbau

uploads/news/2024/04/mengenal-penyakit-se-penyebab-96850b462ecfc48.jpeg

Jagadtani - Berita tentang kematian ratusan kerbau di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan yang diduga karena terjangkit virus septiceimia epizootica (SE), tentu cukup mengejutkan bagi sebagian pihak. Memang hingga saat ini masih dilakukan pengujian dalam memastikan penyebab kematian 431 ekor kerbau tersebut.

Namun sebenarnya, virus septiceimia epizootica (SE), atau kerap disebut penyakit ngorok (tagere) telah lama dijumpai oleh peternak hewan/ternak ruminansia khususnya kerbau maupun sapi hingga menimbulkan kematian.

Jumlah 431 ekor kerbau yang mati akibat penyakit ngorok di daerah OKI - Sumsel, tentu masih kalah jauh dibandingkan kejadian tahun 1997. Pada waktu itu, di Indonesia angka kematian sapi maupun kerbau menembus angka 9.288 ekor (data: ditjenphk.pertanian tahun 1998).

Namun walau demikian, pemerintah melalui Kementerian Pertanian harus segera mengatasi agar tidak merugikan peternak, terlebih Hari besar Idul Adha akan segera datang. 

Penyakit ngorok dengan penyebab virus septiceimia epizootica (SE), merupakan penyakit yang kerap muncul pada saat musim hujan. Tentunya hewan ternak dengan sistem kekebalan tubuh terhadap virus septiceimia epizootica (SE), dipastikan kondisinya mudah menurun dan menyebabkan kematian.

Untuk mengatasi penyakit ngorok pada sapi dan kerbau, pemberian vaksin dapat diberikan secara rutin. Paling tidak langkah ini dilakukan menjelang musim hujan tiba. Bahan yang dibutuhkan adalah vaksin inaktif (mati) Septicemia Epizootica strain Katha.

Untuk pemberian dapat dilakukan sejak hewan ternak berusia di atas dua bulan, tetapi tetap wajib di bawah pengawasan dokter hewan yang dapat memastikan kelayakan dalam melakukan vaksinasi.

Untuk mengatasi kerbau yang kemungkinan terkena penyakit ngorok, dapat dengan melalui langkah mitigasi di antaranya dengan menjaga kebersihan kandang, kualitas pakan, hingga pemberian multivitamin dan semacamnya dengan tujuan meningkatkan data tahan tubuh hewan ternak, seperti kerbau dan sapi. 

Related News