• 13 June 2024

2 Juta Sapi Perah Diimpor Demi Susu Gratis

uploads/news/2024/05/2-juta-sapi-perah-331454f1a146a80.jpg

"Demi memenuhi program minum susu gratis, diperkirakan sapi perah sebanyak 2,15 juta ekor akan diimpor. Hal ini demi memenuhi stok susu sapi yang diperkirakan defisit 7,8 ton per tahun."

Jagadtani - Salah satu program minum susu gratis yang akan akan segera dilaksanakan, membuat kebutuhan susu sapi akan meningkat setiap tahunnya sehingga stok sapi perah harus terpenuhi.

Direncanakan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian merencanakan mengimpor 2,15 juta sapi perah yang berasal dari Australia, Selandia Baru, Brasil, dan Amerika Serikat.

Tujuannya agar program Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih dapat menepati program yang dijanjiikan pada awal kampanyenya. 

Sebagai informasi, program minum susu gratis akan menyasar pada pelajar, santri dan ibu hamil sebanyak 82,9 juta orang. Jumlah orang tersebut membutuhkan susu sapi sejumlah 4,1 juta ton dalam setahunnya. 

Meningkatkan kebutuhan susu sapi, pihak Kementerian Pertanian (Kementan) berencana menerapkan program Peningkatan Produksi Susu Nasional (PPSN). Tentunya langkah awal yang harus dilakukan dengan menambah populasi sapi perah, baik melalui impor maupun inseminasi buatan.

Untuk sapi perah yang direncanakan, sesuai data program PPSN, Indonesia akan melakukan impor sapi dari Australia sebanyak 100.000 ekor,  Brasil 1,5 juta ekor, Amerika Serikat 500.000 ekor, Australia dan Selandia Baru 50.000 ekor.

Dilansir dari kompas.id, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Makmun mengatakan, "Setidaknya Indonesia memerlukan tambahan impor 2,15 juta sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu reguler maupun program Minum Susu Gratis. Anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 90 triliun,” ujarnya dalam webinar ”Kawal Produksi Susu Menuju Kemandirian Pangan dan Protein” yang digelar Sinar Tani di Jakarta.

Lebih lanjut, Makmun bahwa impor sapi perah yang akan dilakukan harus mengikuti regulasi yang telah ditetapkan, ”Tentu saja harus ada penyesuaian regulasi dan peningkatan pengawasan penyakit mulut dan kuku (PMK), termasuk memperkuat vaksinasi sapi di dalam negeri,” katanya.

Masuknya sapi perah yang akan dilakukan pemerintah Indonesia disambut baik oleh Ketua Umum Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Dedi Setiadi, "Tentunya program PPSN sangat baik, selain dapat meningkatkan ketahanan pangan dan protein nasional, program tersebut juga dapat menumbuhkan investasi hulu-hilir industri sapi, termasuk pemberdayaan petani-petani kecil."

Related News