• 21 July 2024

Kampung Urang Baraya, Kebun Inspirasi Masyarakat Tangerang

"Urban farming menjadi langkah kecil berdampak besar dalam ketahanan pangan. Salah satu cara yang dilakukan dengan menggerakan Kelompok Wanita Tani agar dapat mendukung upaya pemerintah."

Jagadtani - Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan sebuah program yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP), termasuk di Kota Tangerang. Tujuannya sebagai wadah edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kegiatan Urban Farming atau bercocok tanam di lahan yang terbatas.

Dilansir dari DetikNews.com,” Upaya tersebut terdiri dari beberapa program, di antaranya pembibitan secara mandiri, memberikan bibit tanaman produktif dan benih ikan kepada KWT, hingga memberikan pelatihan digital marketing sebagai upaya promosi dan pemasaran.” 

Salah satu Kebun KWT yang dikunjungi oleh penulis adalah Kebun KWT Urang Baraya yang terletak di RW.01 Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci-Kota Tangerang. Kebun KWT ini terletak di pekarangan rumah salah satu warga yang secara sukarela memberi izin untuk digunakan sebagai Kebun. 

Kebun Baraya Inspirasi Masyarakat Tangerang "Kebun Baraya Inspirasi Masyarakat Tangerang "

“Tujuan dibuatnya KWT ini untuk mengedukasi masyarakat gemar menanam dengan banyaknya masyarakat yang sebagian besar adalah pendatang, kepeduliankan kurang,mereka kerja, pulang, tidur, boro-boro ngurusin tanaman. Gimana caranya dengan sedikitnya masyarakat yang masih peduli, sama-sama kita bangun mulai dari sekitar rumah dan ada beberapa masyarakat dengan sukarela memberikan sedikit lahan seperti ini karena tidak dimanfaatkan apa salahnya kita gunakan” Ujar Soimah sebagai salah satu pengurus KWT Urang Baraya.  

Pemanfaatan lahan yang tidak terlalu luas ini dengan cara penanaman menggunakan media tanam Hidroponik dan Vertical Garden, lalu Dinas Ketahanan Pangan memfasilitasi Kebun KWT dengan Program Hidroponik 1000 Lubang Tanam.

Tanaman yang dibudiya di media tanam hidroponik berupa kangkung, pakcoy, dan bayam, namun terdapat tenaman-tanaman bermanfaat lainnya berupa tanaman herbal seperti sereh, kunyit, sirih, dan lainnya yaitu anggur serta daun mint.

Selain karena lahan yang terbatas, penggunaan media tanam hidroponik ini sangat mudah, hanya membutuhkan pengecekan kadar PH yang ada pada air dan nutrisinya. Selanjutnya terdapat kolam yang digunakan sebagai pembudiyaan ikan lele, mulai dari pembibitan hingga ikan yang seudah siap dipasarkan. Namun, saat ini KWT Urang Baraya sedang mencoba untuk melakukan pembudayaan ikan Koi dengan alasan untung yang menjanjikan untuk kedepannya. 

Hasil dari pembudidayaan tersebut diutamakan untuk masyarakat sekitar, “ Setelah panen kita lebih jual untuk masyarakat karena sayurannya sayuran sehat dan alhamdulillah setiap kita panen itu habis.” Ungkapnya.

Dari peternakan ikan lele hasilnya didistribusikan ke Rumah Sakit yang berada di Kota Tangerang dan KWT Urang Baraya ini membantu KWT lainnya yang tidak tau harus menjual hasil ikan lelenya dengan membeli lele mereka, setelah itu mendistribusikannya seperti yang dijelaskan sebelumnya. Salah satu produksi unggulan dari KWT Urang Baraya adalah teh mint. Teh ini terbuat dari daun mint yang ditanaman di kebun mereka, ketika sudah siap panen lalu daun mint tersebut dikeringkan dan dijadikan minuman teh.

Lalu dikarenakan mereka tidak bisa menanam cabai hingga menjadi pohon cabai yang seutuhnya, akhirnya terbuatlah ide untuk membudidayakan bibit-bibit cabai. Rencana yang mereka buat yaitu bibit-bibit cabai tersebut akan disalurkan ke KWT lain yang membutuhkan bibit-bibit cabai. Dan biasanya bibit-bibit yang telah mereka buat dibeli oleh anak-anak sekolah yang membutuhkan bibit sebagai pembelajarannya di sekolah. 

Kelom Lele di Kebun Baraya"Kelom Lele di Kebun Baraya"

Selain kegiatan bertani, KWT Urang Baraya memfasilitasi kegiatan berbasis pendidikan dengan membuat sebuah perpustakaan kecil. Mereka mengundang para anak-anak untuk ikut mengenal Urban Farming melalui buku-buku dan berdongeng, di kebun. “ Kebun ini buakan hanya untuk orang dewasa, mereka bisa bermain, baca-baca, bikin prakarya, lalu ada anak-anak mudanya bikin live music, dulu kita bikin café disini ‘Café Kebun’ tapi karena dihajar Covid-19 jadi yaudah off, lalu kalau malam disini rame suka ada yang rapat-rapat ” tuturnya saat menjelaskan bahwa Kebun KWT Urang Baraya ini terbuka untuk semua masyarakat sebagai media pembelajaran dan sarana pendukung kegiatan lainnya. 

Kegiatan lainnya yang dilakukan oleh penggiat KWT Urang Baraya adalah merecycle limbah sisa hasil produksi matras, yang dimana pabriknya terletak di wilayah RW.01 Pabuaran Tumpeng. Hasilnya berupa hiasan-hiasan yang terdapat di Kebun KWT Urang Baraya dan Pondok Cinta (POCIN) yang merupakan tempat berkumpulnya para ibu-ibu pengerajin hiasan tersebut. 

Dampak positif dari adanya KWT Urang Baraya yaitu masyarakat sekitar menjadi gemar menanam di lingkungan sekitar rumahnya, dengan datang ke Kebun KWT Urang Baraya para masyarakat diberikan edukasi bagaimana cara menanam dengan lahan yang mereka miliki walaupun kecil.

“Mereka datang kesini belajar dan saat panen raya mereka merasakannya juga pulang membawa hasil panen sayuran yang kita punya dan tempat ini dijadikan tempat berkaryanya warga, senam boleh disini, rapat boleh disini, jadi warga merasakan manfaat dengan adanya KWT ini, tidak hanya milik para pengurus tapi kami buka untuk masyarakat terutama masyarakat RW.01, sampai orang kelurahan, orang luarpun mau kesini untuk belajar,mengadakan pertemuan, dan pada saat panenpun kita berkabar mereka datang, walaupun tidak banyak tetapi mereka senang karena syurannyakan berbeda dengan sayuran yang ada di luar." Jelas Soimah. 

Harapan untuk kedepannya KWT Urang Baraya masih ingin meningkatkan sumber daya yang ada disekitar lingkungannya, dengan lebih mengembangkan lagi apa yang telah mereka buat. Seperti produksi khas KWT Urang Baraya yaitu Teh Mint agar lebih dikenal secara luas, budidaya ikan koi serta peluasaan distribusi ikan lele, serta tedapat project pembuatan Green House untuk mengembangkan pembudidayaan bibit-bibit.

 

 

 

 

Daftar pustaka 

Niken Sakinah. ( 2024, 23 April). Wawanacara dengan Pengurus KWT Urang Baraya Ibu Soimah [Wawanacara].

Hanifah Widyas. (2022, 05 September) Pemkot Tangerang Dorong Kemandirian Masyarakat 

Lewat Urban Farming. News.Detik.com. Retrived from 

https://news.detik.com/berita/d-6274311/pemkot-tangerang-dorong-kemandirian-masyarakat-lewat-urban-farming. 

Banten Aktual – Galeri. ( 2023, 8 Februari) Foto : KWT Urang Baraya Sulap Lahan Kumuh Jadi Lahan Pertanian. Bantenaktual.com. Retrived from 

https://bantenaktual.com/foto-kwt-urang-baraya-sulap-lahan-kumuh-jadi-lahan-pertanian/.

Related News