• 16 June 2024

Petani Muda Kunci Keberhasilan Pangan Nasional

Berbagai langkah melalui program unggulan berusaha diterapkan dalam meningkatkan produksi pangan nasional oleh Kementerian Pertanian (Kementan), termasuk mendorong peran aktif petani muda.

Salah satu langkah dengan mendorong petani muda untuk menggunakan Smart Farming. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam acara Milenial Agriculture Forum (MAF), Sabtu (25/05) dalam ruang virtual zoom.

Program ini diselenggarakan oleh Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dan Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) diantaranya sebagai forum para petani muda seluruh Indonesia agar terus bersinergi dalam pengembangan pertanian nasional. MAF yang mengusung tema 'Peran Petani Muda dalam Peningkatan Produksi Pangan' kali ini juga menjadi ajang vote nominee menuju Grand Final Young Ambassador Agriculture (YAA) 2024 sekaligus sebagai ruang edukasi dan bentuk penilaian keaktifan dari 75 nominee YAA.

Kiprah Petani Muda Kunci Sukses Pangan Nasional"Kiprah Petani Muda Kunci Sukses Pangan Nasional"

MAF kali ini diisi oleh para narasumber yang kompeten, yaitu Subejo dari Universitas Gajah Mada, Petani Milenial Bengkulu Rahmadi Fitriantodan Rahmat Kusasi selaku YAA 2023, diikuti lebih dari 500 peserta melalui zoom dan live streaming Youtube.

Dari 75 nominee akan dipilih sebanyak 50 Young Ambassador melalui tahapan voting dan challenge video di sesi MAF selanjutnya juga.

Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian (Mentan) terus memberikan dukungannya kepada petani muda untuk terus menjadi petani yang dapat memberikan contoh kepada petani lainnya.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia dapat menjadi faktor dalam keberlangsungan pangan nasional, untuk itu petani muda harus menjadi contoh kepada petani lain untuk lebih terlihat dalam pertanian”, tegasnya.

Selain itu, untuk menjadi petani muda yang sukses, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi dalam arahannya dalam MAF, Petani Muda diharapkan harus memiliki strategi dalam mempertahankan harga jual. Serta mengembangkan produk olahan.

"Harga tidak bisa diatur dan itu tergantung pada keseimbangan supply dan demand pasar, sehingga petani harus menunggu harga jual yang bagus. Selain itu, petani dengan mengembangkan produk olahan akan memberikan valuable dan menambah keuntungan maksimal bagi petani," tegasnya.

Dedi terus menghimbau kepada petani muda untuk melakukan Smart Farming, sebagai upaya metode pertanian yang cerdas dalam meningkatkan produktifitas dan kualitas pertanian.

"Smart Farming merupakan metode pertanian modern yang dilakukan dengan cerdas. Hal ini dapat mendongkrak produktifitas, memperbaiki kualitas dan untuk menekan ongkos produksi", tambahnya.

Selama MAF berlangsung, Prof. Subejo selaku narasumber dari Universitas Gajah Mada, memberikan gambaran dan dukungan kepada petani muda tentang kondisi pertanian Indonesia sebagai bisnis pangan yang sangat terbuka, sehingga pemuda dapat berkontribusi dalam memberikan solusi pangan daerah, nasional, hingga menuju Indonesia Emas sebagai lumbung padi dunia.

“Pemuda di sini bisa berkontribusi untuk solusi pangan dan harus percaya, bahwa bisnis pangan sangat terbuka dan menjanjikan”, kata Subejo.

Pernyataan tersebut didukung oleh narasumber lainnya dengan memberikan contoh empiris dan semangat untuk menjadi pelopor petani muda.

“Kalau di daerah saya ada Farm at Home, di mana warga setempat memanfaatkan lahan terbengkalai agar dapat penghasilan tambahan dari budidaya tanaman pekarangan,” jelas Rahmadi Fitrianto kepada audiens MAF.

Rahmadi melakukan kegiatan tersebut sudah beberapa tahun hingga mendapat respon positif dan menjadi role model untuk masyarakat sekitar lainnya.

Sementara itu, Rahmat Kusasi, dalam pemaparannya mengajak pemuda agar menjadi penggerak dan menjadi perpanjangan pemerintah untuk sosialisasi program pertanian.

“Pemuda itu harus jadi penggerak dan pioneer agar pemuda lain mau bertani, karena pemuda itu punya waktu yang panjang dan menjadi perpanjangan pemerintah untuk sosialisasi program”, tegasnya.

Petani muda terutama yang hadir di MAF diharapkan dapat berkiprah dan terus memberikan contoh kepada petani lainnya disampaikan dalam beberapa kesempatan oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian dan Direktur Program YESS, Idha Widi Arsanti.

"Petani muda dapat menjadi contoh terutama dalam berwirausahan di sektor pertanian" ucap Santi.

Related News