• 18 July 2024

Sorgum Pangan Alternatif Yang Mulai Dilupakan

uploads/news/2024/06/sorgum-pangan-alternatif-yang-3479594c8b5a550.jpg

"Pangan alternatif sebagai pangan pengganti dalam mengatasi krisis pangan semakin dibutuhkan. Salah satu pangan alternatif yang sempat fenomena adalah Sorgum sebagai pangan pengganti beras."

Jagadtani - Beras masih menjadi bahan pangan utama bagi masyarakat Indonesia. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa kebutuhan beras masyarakat Indonesia pada 2024 mencapai 31,2 juta ton dengan jumlah penduduk sekitar 275,5 juta jiwa. Hal ini berdasarkan prognosa neraca pangan nasional periode Januari hingga Desember 2024.

Ketahanan pangan yang berbasis pada beras semata sangatlah rentan. Kebutuhan akan semakin membesar seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Kita membutuhkan adanya kenakeragaman pangan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu tanaman yang bisa menjadi bahan pangan alternatif adalah sorgum. Tanaman ini merupakan tanaman multifungsi.

Sorgum adalah tanaman serealia atau penghasil biji-bijian. Selain digunakan sebagai pakan ternak, tanaman yang berasal dari Afrika Timur ini memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan berpotensi sebagai pengganti beras. Sehingga untuk kondisi geografi di Indonesia dapat memanfaat sorgum sebagai salah satu kebutuhan pokok pangan sebagai alternatif pengganti beras.

Data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa sorgum memiliki kandungan protein (13,26%), serat pangan, kalsium, fosfor, dan zat besi yang lebih tinggi daripada beras, serta kandungan lemak dan gula yang lebih rendah. Selain itu, juga kaya akan zat magnesium, kalium, selenium, zinc, vitamin B1 (tiamin), dan piridoksin (vitamin B6).

Tanaman ini memiliki kemampuan adaptasi yang luas terhadap berbagai kondisi lingkungan sehingga sangat cocok untuk ditanam di daerah dengan kondisi tanah yang tidak stabil serta dapat ditanam secara berulang-ulang dalam satu musim. Hal ini memungkinkan petani untuk tetap mendapatkan hasil panen yang baik meskipun menghadapi kondisi cuaca yang tidak stabil serta memungkinkan petani untuk memperoleh hasil panen yang lebih banyak dalam waktu yang relatif singkat.

Upaya pengembangan sorgum dengan tujuan mengurangi ketergantungan masyarakat pada padi atau beras terus dilakukan. Budidaya ini telah berlangsung di Pulau Jawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, Kementerian Pertanian (Kementan) di tahun 2020 meluncurkan program bantuan benih pangan alternatif. 

Salah satu pangan alternatif itu adalah tanaman sorgum. Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan tengah memprogramkan pengembangan budidaya sorgum seluas 15 ribu hektare pada 2022, serta 115 ribu hektare pada 2023 dan 154 ribu hektare pada 2024.

 

 

 

Sumber: 

https://www.bulog.co.id/2024/02/29/dirut-bulog-masyarakat-tak-perlu-khawatir-stok-beras-cukup-dan-harga-mulai-stabil/ 

https://faperta.umsu.ac.id/2023/07/12/sorgum-keunggulan-dan-manfaat-untuk-kesehatan/ 

https://tanamanpangan.pertanian.go.id/detil-konten/berita/401 

Related News