Kementan Gali Inovasi Dari Kandang Ke Ladang

Jagadtani - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ketahanan Pangan menggali inovasi baru di subsektor peternakan sebagai langkah strategis menghadapi tantangan produktivitas pangan yang kian kompleks.
Asisten UKP Bidang Ketahanan Pangan, Rifanzi Chandras Varas Rachmat, menyambangi Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jumat, 7 Maret 2024. Dalam pertemuan itu, ia mendiskusikan strategi meningkatkan kualitas unsur hara tanah yang semakin tergerus akibat ketergantungan pada pupuk kimia.
“Kami ingin memastikan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan dapat berkelanjutan, termasuk dalam hal peningkatan kualitas tanah yang selama ini terpengaruh oleh penggunaan pupuk kimia,” ujar Rifanzi.
Kementan, melalui BIB Lembang, merespons dengan mengembangkan inovasi teknologi pengolahan limbah peternakan melalui meningkatkan kualitas sumber daya ternak serta pengolahan pupuk organik, baik pupuk cair dari urine dan pupuk padat dari feses ternak yang lebih ramah lingkungan.
Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara, menegaskan bahwa inovasi ini bukan hanya tentang produktivitas, tapi juga sebagai nilai pendapatan peternak.
“Kami di BIB Lembang berkomitmen untuk mendukung upaya UKP Bidang Ketahanan Pangan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Melalui teknologi inseminasi buatan, kami juga berusaha meningkatkan kualitas sumber daya ternak untuk mendukung sektor pangan di Indonesia,” kata Gun Gun.
Di tengah ancaman degradasi lahan dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, sinergisitas antara UKP dan Kementan ini menjadi krusial dalam peningkatan produktifitas serta menghasilkan karya yang bermanfaat.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari sinergi lebih lanjut antara UKP dan Kementan dalam mengembangkan strategi ketahanan pangan berbasis inovasi peternakan dan pertanian berkelanjutan.