Manfaatkan Lahan Perhutanan Sosial, Menhut Panen Sorghum
Jagadtani - Panen perdana sorghum pada lahan perhutanan sosial di Karawang telah berhasil dilaksanakan dengan dihadiri Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Dalam panen tersebut, Menhut Raja Juli mengatakan, sorghum merupakan “tanaman ajaib” yang memiliki banyak manfaat, termasuk untuk mendukung swasembada pangan Indonesia.
Kementerian Kehutanan terus berupaya mendukung swasembada pangan nasional dengan memaksimalkan fungsi hutan, khususnya melalui program perhutanan sosial.
Program ini memberikan akses pemanfaatan lahan hutan bagi petani untuk menanam berbagai komoditas pangan, seperti sorgum, sagu, dan jagung, yang dapat menjadi alternatif sumber pangan selain beras.

"Kami dari Kementerian Kehutanan terus bekerja sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan potensi hutan. Saat ini, masih ada sekitar 7 juta hektare lahan yang dapat diakses oleh petani, di samping 8 juta hektare yang sudah dimanfaatkan sebelumnya," ujar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni usai panen sorgum di Karawang, Jawa Barat (15/03).
Ia mengungkapkan bahwa Sorgum memiliki potensi luar biasa karena dapat dimanfaatkan dari ujung daun hingga akarnya. Tanaman ini dapat menjadi substitusi beras, pakan ternak, bahan baku bioetanol, hingga gula. Keunggulan lainnya, satu kali tanam sorgum dapat menghasilkan tiga kali panen, berbeda dengan jagung yang hanya satu kali panen per siklus tanam.
Lebih lanjut, program perhutanan sosial diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu contoh implementasi nyata adalah yang dilakukan oleh kelompok tani hutan PKTHMTB di Karawang, yang telah berhasil menanam sorgum di kawasan hutan.
"Selain diversifikasi pangan, perhutanan sosial juga membuka peluang hilirisasi produk pertanian hingga ke sektor kuliner dan industri lainnya. Dengan potensi lahan yang luas, kita dapat mengembangkan berbagai jenis tanaman yang mendukung ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor," ujar Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Fadli Zon yang juga hadir pada acara tersebut.
Kementerian Kehutanan, bersama Kementerian Pertanian dan para pemangku kepentingan lainnya, terus mendorong pemanfaatan hutan untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui perhutanan sosial.