• 20 January 2026

Begini Cara Vietnam Kelola Peternakan Sapi Modern

uploads/news/2025/12/begini-cara-vietnam-kelola-5998620b10d2def.png

Jagad Tani - Di penghujung tahun 2025, peternakan sapi perah Anova Agri Joint Stock Company di komune Phu Giao, Kota Ho Chi Minh, Vietnam terus beroperasi dengan stabil lewat proses tertutup. Sistem ventilasi, pemberian pakan, pengumpulan limbah, dan pengolahan limbah terus beroperasi, menciptakan ritme produksi yang teratur, sepenuhnya terisolasi dari fluktuasi cuaca buruk di luar.

Area kandang yang luas dan bersih bebas dari bau menyengat yang seringkali ditemukan pada model peternakan tradisional. Lebih dari 1.000 sapi perah ditempatkan di area fungsional yang terdefinisi dengan jelas, memastikan kondisi hidup yang stabil dan memfasilitasi pemantauan kesehatan ternak.

Baca juga: Pesona Ayam Serama, Si Kecil Penuh Gaya

Menurut Phung Huy Binh, Manajer Peternakan Anova Agri, peternakan sapi perah di Vietnam menghadapi banyak tantangan karena iklim yang panas dan lembap, terutama selama periode transisi di akhir tahun. Ini juga merupakan waktu ketika risiko wabah penyakit meningkat jika lingkungan peternakan dan kesehatan ternak tidak dikendalikan dengan baik.

"Dengan ukuran kawanan yang begitu besar, akan sangat sulit untuk mengendalikan wabah. Oleh karena itu, sejak tahap desain peternakan, kami telah memprioritaskan keamanan terhadap penyakit," ungkap Binh dikutip dari nongnghiepmoitruong.vn, Rabu (17/12).

Sistem kandang dirancang agar berventilasi dan ditinggikan, memastikan sirkulasi udara alami yang dikombinasikan dengan ventilasi paksa. Setiap sapi memiliki area makan dan istirahatnya sendiri, sehingga tercipta kebiasaan yang stabil serta meminimalkan persaingan untuk mendapatkan makanan atau benturan yang dapat menyebabkan cedera.

Bahkan melalui manajemen ternak berbasis data, setiap sapi dilengkapi dengan alat pelacak yang merekam indikator penting seperti suhu tubuh, tingkat aktivitas, produksi susu, dan kualitas susu. Data tersebut dikirimkan ke pusat kendali utama, untuk memungkinkan manajemen dan departemen kedokteran hewan bisa memantau kesehatan setiap sapi dengan cermat.

Sehingga tanda-tanda abnormal bisa terdeteksi sejak dini, sapi yang diduga memiliki masalah kesehatan diperiksa langsung dan dipindahkan ke area terpisah untuk pemantauan dan pengobatan, sehingga mencegah penyebaran ke kawanan. Pendekatan ini membantu pekerjaan kedokteran hewan, dari pendekatan pasif ke pendekatan proaktif, agar bisa mengatasi masalah sebelum penyakit berkembang.

Bersamaan dengan pengelolaan ternak, tindakan kebersihan dan pencegahan penyakit yang ketat diterapkan. Mulai dari gerbang peternakan, semua kendaraan dan orang yang masuk dan keluar harus mematuhi prosedur disinfeksi. Di dalam kandang, lubang disinfektan ditempatkan di jalan setapak dan di awal setiap baris kandang untuk membatasi masuknya patogen.

Melalui penerapan secara terkoordinasi, kesehatan ternak sapi perah di peternakan tersebut secara konsisten dapat terjaga, bahkan peternakan tersebut memasok sekitar 8 juta liter susu segar ke pasar setiap tahunnya, serta dapat memenuhi persyaratan ketat untuk kualitas dan keamanan pangan.

Kepala Departemen Peternakan dan Kedokteran Hewan Kota Ho Chi Minh, yakni Tran Phu Cuong, meyakini bahwa arah yang konsisten pada tren perkembangan peternakan modern skala besar, dengan pengendalian yang baik mulai dari bibit ternak, lingkungan hingga pekerjaan veteriner (kesehatan hewan) akan membantu industri peternakan secara proaktif mencegah dan mengendalikan penyakit, serta menjamin keamanan pangan.

 

Sumber rujukan:  nongnghiepmoitruong.vn

Related News