Cabai Aceh Masuk Jakarta, Harga Lebih Murah
Jagad Tani - Sebanyak 1,4 ton cabai asal Aceh rencananya akan didistribusikan ke sejumlah gerai Perumda Pasar Jaya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Dari Aceh kita ambil 1,4 ton, kita bisa mendistribusikan cabai-cabai yang memang dari Aceh yang datang ke Jakarta. Dan alhamdulillah ternyata banyak sekali orang yang beli. Kualitasnya cukup baik, sangat baik ya. Semua di gerai Pasar Jaya ada semua. Artinya alhamdulillah dengan itu bisa mensuplai pasar seluruh Jakarta," ungkap Rano Karno selaku Wakil Gubernur Jakarta.
Baca juga: Kegagalan Bisnis Ayam Hias Karena Minim Pengetahuan
Menurutnya kebutuhan cabai di Jakarta mencapai setiap harinya bisa mencapai 120 ton. Sehingga perlunya pengawasan untuk mengontrol kualitas agar pasokan tetap terjaga dan Pemprov DKI Jakarta juga berpeluang melakukan kerja sama dengan Aceh untuk komoditas cabai melalui skema pertanian kontrak (contract farming).
Kontrak tersebut merupakan sistem kerja sama antara petani dengan perusahaan-perusahaan untuk produksi pertanian.
"Pak Gubernur juga setuju kalau kita punya 'contract farming' dengan wilayah setempat, kalau memang nanti teman-teman di Aceh bisa mengadakan untuk stok cabai di Jakarta, itu akan jauh lebih baik," terang Rano.
Cabai-cabai tersebut bahkan memiliki harga jual yang terbilang murah dan berada di bawah harga pasaran.
"Ini sekarang sebagai contoh kita jual sekitar Rp 40.000 per kilo, tapi di harga di pasaran Rp 50.000 lebih, Bu. Rp 60.000-an," ungkap Agus Himawan selaku Direktur Utama Perumda Pasar Jaya.
Dijelaskan pula oleh Agus jika pasokan cabai dari Aceh tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan), sesuai arahan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta.
"Kami sudah melakukan tindak lanjut dengan beberapa petani-petani yang ada di Aceh, yang dikoordinir oleh Kementerian Pertanian," tukasnya.

