• 21 January 2026

2.014 Hektare Sawah di Bireuen Tertimbun Lumpur

uploads/news/2025/12/seluas-2-014-hektare-sawah-80617de71bcaa69.jpg

Jagad Tani - Pasca banjir bandang yang terjadi akhir November lalu, menyisakan kerusakan pada sektor pertanian masyarakatnya. Beberapa sawah di Bireuen masih tertimbun akibat tutupan dari endapan lumpur yang tebal.

“Saya ada sawah di Desa Kubu, tapi sudah seperti lapangan terbang, lumpur semua dan tebal,” ujar Ansari, salah seorang petani dari Desa Kubu, Peusangan Siblah Krueng.

Baca juga: Cabai Aceh Masuk Jakarta, Harga Lebih Murah

Menurutnya, ratusan hektare sawah di Desa Kubu tertutup lumpur. Hal ini juga dialami oleh petani di Desa Pante Baro, Teupin Raya, dan sejumlah desa lain di Peusangan Siblah Krueng. Tebalnya endapan lumpur membuat petani merasa kesulitan untuk membersihkan lahan secara manual.

Tidak hanya karena tertutup oleh lumpur, para petani akhirnya juga kesulitan untuk menandai lokasi sawah miliknya. Dilanjutkan bahwa hanya beberapa lahan yang ada di dekat perkampungan yang masih bisa dikenali karena adanya pohon kayu sebagai penanda, tetapi sawah di bagian tengah sudah sulit dibedakan.

“Kalau menarik tali saja untuk melihat di mana sawah juga sulit ditandai,” lanjut Ansari.

Berdasarkan data sementara dari Dinas Pertanian dan Perkebunan menunjukkan bahwa ada sekitar 2.014 hektare sawah tertimbun lumpur, sementara 1.060 hektare lainnya gagal panen.

“Banyak tanaman padi yang siap panen membusuk, ada yang sedang mengisi bulir juga rusak. Kemudian ada yang baru menabur benih juga hancur,” ungkap Mulyadi, SE, MM selaku Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Bireuen.

Mulyadi juga menambahkan, bahwa pendataan masih berlangsung karena akses ke sejumlah lokasi sulit ditempuh akibat jembatan yang terputus dan sektor pertanian di Bireuen dapat dipastikan mengalami kerugian besar.

Tentu lahan pertanian yang rusak dan tertimbun oleh lumpur tidak mungkin dapat dibersihkan para petani secara manual tanpa adanya bantuan alat berat dan dukungan pemerintah.

“Intinya, sektor pertanian rusak parah. Petani mengalami kerugian besar dan lahan pertanian tertimbun lumpur,” tukasnya.

Related News