• 21 January 2026

Tahun 2025, Ekspor Perikanan Maluku Melonjak Tajam

uploads/news/2025/12/ekspor-perikanan-maluku-melonjak-8137408a715b4ea.jpg

Jagad Tani - Ekspor komoditas perikanan olahan asal Maluku menunjukkan kinerja impresif pada tahun 2025. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mencatat lonjakan ekspor sebesar 27,21% jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Abdur Rohman, Kepala BKHIT Maluku mengungkapkan bahwa total volume ekspor komoditas perikanan non hidup sepanjang tahun 2025 mencapai 10.234.061 kilogram. Capaian tersebut meningkat signifikan dari tahun 2024 yang tercatat sebesar 8.045.316 kilogram.

Baca juga: Harga Cabai Merah Keriting Kota Tangerang Turun

“Capaian ini menegaskan tren pertumbuhan ekspor perikanan Maluku yang terus menguat,” ujar Abdur Rohman melalui keterangan tertulisnya, Kamis (25/12).

Ia menjelaskan, peningkatan volume ekspor tersebut turut diikuti oleh kenaikan nilai ekonomi serta semakin luasnya penetrasi pasar internasional. Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor perikanan Maluku tercatat mencapai 54,30 juta dolar Amerika Serikat, naik dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 44,79 juta dolar AS.

Menurutnya, sektor perikanan masih menjadi tulang punggung ekspor Maluku. Pada kategori komoditas non hidup, udang vanamei mendominasi dengan volume ekspor mencapai 9.028.379 kilogram, atau sekitar 88,2% dari total ekspor perikanan non hidup.

“Dominasi udang vanamei menunjukkan tingginya permintaan pasar global terhadap komoditas unggulan Maluku yang telah memenuhi standar mutu, kesehatan, dan keamanan pangan negara tujuan,” jelasnya.

Sementara itu, ekspor komoditas perikanan hidup juga mengalami peningkatan, meski tidak setajam komoditas non hidup. Sepanjang tahun 2025, volume ekspor komoditas hidup tercatat sebanyak 527.837 ekor, naik sekitar 4,9% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 503.310 ekor. Ikan kerapu menjadi komoditas hidup utama dengan kontribusi sekitar 37,9%.

Secara keseluruhan, BKHIT Maluku mencatat ekspor 11 jenis komoditas perikanan sepanjang tahun 2025, meliputi udang vanamei, tuna, kembung, gurita, todak, kepiting bakau, kerapu, kakap, kerang darah, kakaktua, dan raja bau. Ragam komoditas tersebut mencerminkan besarnya potensi sumber daya perikanan Maluku yang bernilai ekonomi tinggi.

Baca juga: Puluhan Ton Teri Nasi Diekspor ke Jepang

Adapun negara tujuan ekspor komoditas perikanan asal Maluku mencakup China, Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Thailand, Vietnam, Hong Kong, Singapura, dan Arab Saudi. Luasnya jangkauan pasar ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan mitra dagang internasional terhadap produk perikanan Maluku.

Abdur Rohman menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara BKHIT Maluku, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas produk dan kelancaran proses ekspor.

“Ke depan, kami akan terus mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah melalui penguatan pengawasan karantina, fasilitasi perdagangan, serta perluasan akses pasar internasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” pungkasnya.

Related News