• 21 January 2026

Planting Naturals Bangun Sawit Berkelanjutan di Afrika

uploads/news/2025/12/planting-naturals-bangun-sawit-9051672080e8ae4.jpg

Jagad Tani - Dalam rentang waktu dari tahun 2010 hingga 2020, benua Afrika kehilangan hutan dengan laju yang signifikan.

Melansir dari The Conversation tercatat bahwa tingkat kehilangan hutannya tertinggi di dunia, yakni sekitar 3,9 juta hektare per tahun. Hal ini dikarenakan ekspansi pertanian, pemanfaatan kayu bakar yang tidak berkelanjutan, pembalakan liar, serta aktivitas lahan untuk pertambangan.

Di tengah tantangan itu, Planting Naturals memulai transformasi baru dengan memproduksi minyak sawit secara berkelanjutan dengan mengintegrasikan perkebunannya melalui jaringan petani kecil yang terus berkembang di Afrika.

Selanjutnya kini bermitra dengan KOLTIVA, pemimpin global dalam teknologi rantai pasok berkelanjutan, untuk membangun rantai pasok minyak sawit yang memenuhi standar global terkait ketertelusuran dan keberlanjutan.

Baca juga: Pohon Cemara Ikon Penyemarak Perayaan Natal

Planting Naturals memproduksi minyak sawit mentah organik dan minyak inti sawit untuk pasar ekspor, yang bersumber dari perkebunannya sendiri serta jaringan lebih dari 7.244 petani kecil, dan telah mendirikan perkebunan kelapa sawit organik dan bersertifikat RSPO pertama di Sierra Leone, beserta model kemitraan petani (outgrower) yang sesuai dengan regulasi, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR).

"Dengan EUDR yang berpengaruh terhadap perdagangan global, Planting Naturals mengambil langkah tegas untuk memastikan setiap tetes minyak sawit diproduksi secara legal, bebas deforestasi, dan sepenuhnya tertelusur,” ungkap Jan Hein De Vroe, Co-Founder & CEO Planting Naturals dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/12). 

Ditambahkan bahwa melalui kemitraan dengan KOLTIVA, pemanfaatan KoltiTrace dalam pemetaan rantai pasok dan integrasi data untuk membangun transparansi, memberdayakan petani, dan melindungi hutan.

Selain itu, didukung oleh platform ketertelusuran KOLTIVA yang memungkinkan pemetaan, tingkat petak kebun, pengumpulan data secara real time, maka bisa memantau kepatuhan seluruh rantai pasok minyak sawit Planting Naturals. 

Adapun dampak Planting Naturals tidak berhenti pada kepatuhan digital semata, lewat integrasi lebih dari 7.224 petani kecil ke dalam jaringan yang terverifikasi dan tertelusur, perusahaan membangun model inklusif yang memperkuat mata pencaharian masyarakat pedesaan sekaligus menjaga keanekaragaman hayati.

Tim KOLTIVA juga melakukan pelatihan lapangan secara langsung terkait penggunaan alat digital dan persyaratan kepatuhan ke dalam praktik operasional sehari-hari. Sesi pelatihan tersebut membekali agen lapangan dan jajaran pimpinan Planting Naturals dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menerapkan proses ketertelusuran secara konsisten di seluruh operasional.

“Kolaborasi dengan KOLTIVA membuat operasional lapangan kami menjadi lebih efisien dan transparan. Melalui aplikasi dari KOLTIVA, agen lapangan kami dapat mengumpulkan data secara lebih akurat dan cepat, serta berkomunikasi dengan petani dalam bahasa lokal mereka. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas data dan kepatuhan, tetapi juga memperkuat hubungan kami dengan komunitas petani," terang Marvellous Ogala, Sustainability Manager Planting Naturals.  

Chris Yohan Avié, Customer Success Officer dan Implementation Manager KOLTIVA juga mengaku, bahwa dari ruang pelatihan hingga ke perkebunan, pihaknya menyaksikan pengetahuan berubah menjadi aksi nyata, dan mengatakan, investasi pada sumber daya manusia terbukti. Sebab sistem ini menghasilkan dampak nyata.

"Teknologi hanyalah alat, manusialah yang benar-benar membuat perbedaan. Dengan mengkombinasikan implementasi praktis dan ketertelusuran digital, Planting Naturals menetapkan standar baru bagi produksi minyak sawit yang bertanggung jawab di Sierra Leone, sekaligus membuktikan bahwa rantai pasok yang transparan dan bebas deforestasi dapat diwujudkan dalam skala besar," pungkasnya. 

Related News