Waspadai Empat Organisme Pengganggu pada Bawang Bombai
Jagad Tani - Petani bawang bombai diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah organisme pengganggu tanaman yang berpotensi menurunkan produksi hingga menyebabkan gagal panen.
Sebab beberapa waktu lalu bawang bombai ilegal dari Belanda, yang masuk ke Indonesia melalui jalur Malaysia dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, berdasarkan hasil pemeriksaan uji laboratorium karantina membawa empat organisme yang patut diwaspadai.
Organisme pertama yang ditemukan adalah Aphelenchoides fragariae, sejenis cacing mikroskopis yang menyerang daun tanaman.
Serangan organisme ini ditandai dengan munculnya bercak pada daun, daun mengering, hingga rontok. Kondisi tersebut membuat tanaman melemah dan berdampak langsung pada penurunan hasil panen. Jika penyebarannya tidak terkendali, organisme ini berpotensi menyebabkan gagal panen secara luas.
Baca juga: Pantauan Harga Unggas Jelang Akhir Tahun 2025
Organisme kedua yakni Rhabditis sp., cacing yang menyerang bagian akar tanaman. Serangan Rhabditis sp. mengganggu penyerapan air dan unsur hara, sehingga tanaman menjadi layu dan pertumbuhannya terhambat.
Dalam kondisi parah, hasil panen menurun drastis. Organisme ini juga dikenal sulit dikendalikan apabila sudah menyebar di lahan, sehingga berisiko menimbulkan kerugian besar bagi petani.
Selanjutnya, organisme ketiga adalah jamur Alternaria alternata. Jamur ini menyebabkan bercak daun serta pembusukan pada umbi bawang bombai.
Serangannya tidak hanya merusak tanaman di lahan, tetapi juga dapat menyebabkan pembusukan pada stok pascapanen. Akibatnya, kerugian ekonomi dapat terjadi baik pada tahap produksi maupun penyimpanan.
Sementara itu, organisme keempat yang perlu diwaspadai adalah jamur Drechslera tetramera. Jamur ini menyebabkan tanaman menguning, layu, hingga akhirnya mati. Penyebarannya tergolong cepat karena dapat terbawa angin dan air.
Selain sulit dikendalikan, jamur ini berpotensi menurunkan produksi secara signifikan dan mengganggu pasokan bawang bombai apabila terjadi serangan dalam skala luas.
Dengan adanya ancaman dari berbagai organisme tersebut, tentu para petani, pedagang dan stakeholder terkait diharapkan selalu rutin melakukan pemantauan. Dan untuk para petani, jelas harus rutin melakukan pemantauan lahan, penerapan praktik budidaya yang baik, serta mengambil langkah pengendalian sejak dini, dapat mencegah kerugian yang lebih besar.

