• 21 January 2026

2026 Pemerintah Stop Impor Gula dan Beras

uploads/news/2025/12/2026-tidak-ada-impor-73659a9e68f5463.jpeg

Jagad Tani - Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) Tatang Yuliono memastikan bahwa tidak ada impor gula dan beras konsumsi di tahun 2026.

"Konsumsi (gula) kita tidak ada impor. Jadi untuk (gula) konsumsi, kita tidak ada impor. Impor beras konsumsi (juga) tidak ada. Beras industri tidak jadi. Kalau konsumsi, kita hampir semuanya sudah swasembada," ungkap Tatang, pada Selasa (30/12).

Baca juga: Harga Ikan di Buleleng Jelang Akhir Tahun

Menurutnya semua yang putusan tersebut merupakan usulan dari para pelaku usaha. Lebih lanjut, dalam Neraca Komoditas (NK) Tahun 2026 tidak ada kesepakatan terkait kuota impor beras umum. Untuk tahun 2025 ini pun, Indonesia sudah tidak melakukan impor beras umum guna menambahkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Bahkan impor beras untuk bahan baku industri di tahun 2026 juga tidak diberlakukan, sebab di tahun 2025, kuota impor untuk beras industri telah diterbitkan untuk 13 pelaku usaha swasta yang membutuhkan bahan baku tepung beras dan bihun. Beras bahan baku industri yang dimaksud yakni beras pecah dengan tingkat keutuhan kurang dari 15% dan beras ketan pecah dengan tingkat keutuhan kurang dari 15% juga. 

Dengan tidak adanya impor beras bahan baku industri di 2026, pemerintah mendorong pelaku usaha agar dapat mengoptimalkan bahan baku lokal berupa beras pecah dan beras ketan pecah. Harapannya bahan baku lokal mampu memenuhi spesifikasi kadar amilosa, kebersihan, dan viskositas serta hardness atau tingkat kekerasan.

Begitu juga dengan gula konsumsi yang diputuskan tidak ada impor di tahun depan. Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 per 28 Desember 2025, diperkirakan carry over stock gula konsumsi dari 2025 ke 2026 sebesar 1,437 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi setahun di 2,836 juta ton, sehingga produksi gula konsumsi setahun yang diestimasikan dapat mencapai 2,7 juta ton sampai 3 juta ton dapat menciptakan surplus.

Menyusul jagung pakan, benih, dan rumah tangga juga dipastikan tidak ada impor di tahun 2026. Dalam kalkulasi Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026, carry over stock dari 2025 ke 2026 ada di angka 4,521 juta ton. Dari itu terdapat estimasi susut/tercecer 831,6 ribu ton. Kendati begitu, produksi jagung di 2026 diproyeksikan sebesar 18 juta ton. Kebutuhan setahun jagung berkisar di 17,055 juta ton, sehingga ketersediaan jagung secara nasional masih sangat mencukupi.

Related News