• 21 January 2026

Skema Bundling MinyaKita Picu Kenaikan Harga

uploads/news/2025/12/skema-bundling-minyakita-picu-778208a11ab8958.png

Jagad Tani - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman akan menelusuri dan memberi tindakan tegas tekait dugaan adanya skema bundling MinyaKita dengan minyak goreng kemasan premium dari distributor ke pedagang eceran. Praktek permainan harga ini menyebabkan masih adanya fluktuasi harga minyak goreng MinyaKita di tingkat konsumen.

"Sampaikan ke seluruh pengusaha. Jangan mempermainkan harga. Kita tindak. Sudah, begitu saja. Janganlah mengambil kesempatan di saat saudara-saudara kita ini Natal dan Tahun Baru. Itu tidak baik untuk pengusaha dan tidak baik untuk rakyat dan negara. Ayo kita patuhi regulasi yang ada," ungkap Amran.

Dalam rangka mengatasi fluktuasi harga MinyaKita yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) di Rp 15.700 per liter, pemerintah telah menetapkan target volume Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di tahun 2026. Salah satunya dalam bentuk minyak goreng sebesar 790 ribu kiloliter. 

Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 yang telah berlaku. Ketetapan ini mewajibkan produsen mendistribusikan MinyaKita paling sedikit 35% dari realisasi Domestic Market Obligation (DMO) kepada Perum Bulog dan BUMN pangan sebagai Distributor Lini 1 (D1).

Berdasarkan Analisis Kinerja Perdagangan Komoditas Kelapa Sawit yang dipublikasikan oleh Kementerian Pertanian pada Agustus 2025, dilaporkan angka sementara produksi kelapa sawit Indonesia tahun 2024 dalam bentuk minyak sawit sebesar 47,47 juta ton, meningkat sebesar 0,83% dibandingkan tahun sebelumnya.  

Di dokumen tersebut, dilaporkan pula bahwa Indonesia merupakan negara eksportir yang menguasai pangsa pasar minyak sawit di kancah global sebesar 48,38%. Sementara Malaysia di urutan selanjutnya dengan 32,80%. Data ini dihimpun berdasarkan data Trademap tahun 2020 dan 2024 dengan Harmonized System Code atau kode HS 1511.

"Kami ke Jawa Timur, kami ucapkan terima kasih teman-teman atas pengertiannya. Yang naik sedikit adalah minyak goreng. Ada dua titik kami temukan. Kami langsung serahkan ke Dirkrimsus (Direktur Reserse Kriminal Khusus) Polda Jawa Timur untuk disampaikan ke Pak Kapolda, (agar) itu ditindak," ujar Amran.

Related News